Antisipasi Gangguan Balon Udara Liar
Setio juga menegaskan bahwa peningkatan trafik penerbangan selama periode Lebaran juga diiringi dengan peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko keselamatan penerbangan.
Seperti cuaca ekstrem, abu vulkanik, balon udara liar, potensi bird strike, serta gangguan operasional bandara maupun maskapai.
“Seluruh personel operasional juga diingatkan untuk meningkatkan disiplin terhadap prosedur serta koordinasi antar unit untuk menjaga keselamatan penerbangan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keselamatan penerbangan, khususnya terkait potensi balon udara liar yang kerap muncul pada periode Lebaran.
Baca Juga: Dony Oskaria: Restrukturisasi BUMN Karya Hampir Final, Siap Masuk Fase Konsolidasi
Dua wilayah yang kerap mendapatkan sorotan akibat aktivitas balon udara liar, antara lain Kabupaten Wonosobo dan Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Namun belakangan, sejumlah wilayah lain juga mengindikasikan adanya aktivitas tersebut.
“Kami berharap kesadaran bersama dapat terus meningkat sehingga ruang udara Indonesia tetap aman bagi seluruh penerbangan,” tutup Setio.***
Artikel Terkait
AirNav Indonesia Resmi Tingkatkan Layanan Navigasi di Bandara Lede Kalumbang Jadi Tower
AirNav Indonesia Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026, Sediakan 4.000 Tiket Kereta dari Jakarta ke Berbagai Kota
AirNav Indonesia Gandeng Jamdatun Kejagung, Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Perusahaan
AirNav Indonesia Dukung Ketahanan Pangan dengan Panen Perdana Melon Hidroponik di Boyolali
AirNav Indonesia Perkuat Program Sosial Ramadan, Dari Pemberdayaan UKM hingga Mudik Gratis
Mudik Gratis Naik Kereta Api, AirNav Indonesia Fasilitasi 4.000 Pemudik