AirNav Perkuat Kolaborasi di Wonosobo, Dorong Balon Udara Ditambatkan demi Keselamatan Penerbangan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Senin, 30 Maret 2026 | 15:00 WIB
AirNav Indonesia dorong balon udara ditambatkan di Wonosobo, perkuat kolaborasi masyarakat dan jalankan program Kampung Kasanah demi keselamatan penerbangan. (Dok. AirNav Indonesia)
AirNav Indonesia dorong balon udara ditambatkan di Wonosobo, perkuat kolaborasi masyarakat dan jalankan program Kampung Kasanah demi keselamatan penerbangan. (Dok. AirNav Indonesia)

Kabar BUMN AirNav Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga keselamatan penerbangan nasional dengan mendukung penggunaan balon udara yang ditambatkan sebagai alternatif yang lebih aman sekaligus tetap menghormati tradisi masyarakat Wonosobo.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pemberdayaan masyarakat lewat Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kampung Kasanah di Kabupaten Wonosobo.

Program ini menjadi bentuk kontribusi perusahaan dalam mendorong masyarakat agar lebih mandiri, produktif, dan memiliki daya saing melalui pengembangan potensi lokal.

Baca Juga: 6 Tempat Wisata di Dekat Stasiun Tugu Yogyakarta, Bisa Dijangkau hanya dengan Jalan Kaki

Langkah tersebut dinilai penting karena masih adanya laporan balon udara tak terkendali yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan, khususnya pada periode Syawalan.

AirNav Indonesia mencatat sejak Idulfitri 1447 H/2026 M hingga 28 Maret 2026 terdapat 27 laporan balon udara tidak terkendali di berbagai wilayah.

Balon-balon tersebut terdeteksi pada beragam ketinggian dan fase penerbangan, mulai dari sekitar 1.500 kaki, 6.000 kaki, 10.000 kaki, hingga mencapai FL350, termasuk di area sekitar Yogyakarta, Kebumen, Pasuruan, serta jalur menuju wilayah udara Bali.

Baca Juga: Inni Dawet Bertahan di Tengah Tren Kekinian, Dukungan LinkUMKM BRI dan Inovasi Jadi Kunci Keberhasilan

Situasi tersebut menegaskan bahwa balon udara liar bukan sekadar persoalan ketertiban, tetapi juga membawa risiko nyata terhadap keselamatan penerbangan domestik maupun internasional.

Oleh karena itu, AirNav Indonesia mengimbau masyarakat untuk menghentikan penerbangan balon liar dalam kondisi apa pun.

”Tradisi budaya yang baik harus dijaga dan dilestarikan. Tapi, bukan membahayakan keselamatan penerbangan,” ujar Direktur Utama Capt. Avirianto Suratno di sela Festival Balon Udara Wonosobo, di Alun – Alun Kota Wonosobo, Jawa Tengah 29 Maret 2026.

Baca Juga: Bumi Berseru Fest Telkom Dorong Aksi Nyata Generasi Muda Jaga Mangrove dan Bekantan di Tarakan

Festival Balon Udara Wonosobo sendiri diselenggarakan sebagai bagian dari kampanye keselamatan penerbangan sekaligus memfasilitasi masyarakat merayakan tradisi Syawalan.

Pada momentum tersebut, masyarakat biasanya menerbangkan balon udara sebagai bentuk ekspresi kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan.

“AirNav Indonesia mendukung tradisi masyarakat yang telah lama tumbuh sebagai bagian dari kearifan lokal. Karena itu, kami mendorong balon udara tidak lagi dilepas bebas ke udara, terapi ditambatkan."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini