Pemenang lainnya, Bali Honey, menunjukkan perkembangan positif dalam peningkatan kualitas produk. Persentase madu yang memenuhi standar kualitas meningkat dari 34% menjadi 70% hingga Maret 2026.
Dari sisi pasar, Bali Honey juga terus menjajaki peluang ekspansi dan mencatat omzet sebesar Rp648,7 juta.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyampaikan, program ini merupakan langkah nyata Pertamina dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan dirancang untuk membantu UMK naik kelas secara menyeluruh.
“Program ini membantu mereka memperkuat kolaborasi dan kemitraan, sehingga UMK lokal kita memiliki daya saing yang kuat di pasar nasional maupun global,” ujar Muhammad Baron.
Ke depan, Pertamina akan terus memperkuat program ini melalui pendampingan intensif, perluasan akses pasar, serta simulasi akses pendanaan agar UMK binaan semakin berdaya saing.***
Artikel Terkait
Selain SPBU 24 Jam, Pertamina Patra Niaga Siapkan Layanan Tambahan Saat Puncak Arus Balik Lebaran
Dongkrak Produksi Minyak, Pertamina EP Zona 4 Optimalkan 51 Sumur Eksisting Lewat Workover
Energi Tetap Aman, Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Logistik Laut di Tengah Dinamika Global
Pertamina Hulu Mahakam Sukses Onstream Platform Ketiga Sisi Nubi AOI, Produksi Gas Digenjot 20 MMSCFD
Limbah Disulap Jadi Bernilai, Pertamina Drilling Tampil di Forum Global Bangkok
Pertamina Pastikan Harga BBM Tetap Stabil per 1 April 2026