“Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Pertamina untuk mempercepat pengembangan ekosistem teknologi rendah karbon di Indonesia, dengan pemanfaatan teknologi CCS/CCUS, pengembangan hidrogen biru, hingga energi baru terbarukan yang diharapkan dapat mendukung target penurunan emisi sekaligus membuka peluang ekonomi karbon di masa depan,”ujar Simon.
Baca Juga: Derita Bocah 6 Tahun Lawan Hirschsprung, PT TIMAH Berikan Bantuan untuk Kekey di Bangka
Ruang lingkup kerja sama ini mencakup kajian teknis pada rantai teknologi rendah karbon. Selain itu, kedua perusahaan juga akan melakukan kajian non teknis terkait implementasi teknologi tersebut. Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang komprehensif dan aplikatif.
Sinergi antara Pertamina dan POSCO International diharapkan mampu memperkuat kerja sama bilateral dalam menurunkan emisi karbon.
Kolaborasi ini juga mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE). Dengan demikian, kerja sama ini berkontribusi terhadap komitmen global pengurangan emisi. ***
Artikel Terkait
Pertamina Hulu Mahakam Sukses Onstream Platform Ketiga Sisi Nubi AOI, Produksi Gas Digenjot 20 MMSCFD
Limbah Disulap Jadi Bernilai, Pertamina Drilling Tampil di Forum Global Bangkok
Pertamina dan INPEX Perpanjang Sinergi Strategis untuk Proyek LNG Abadi di Blok Masela
Pertamina Pastikan Harga BBM Tetap Stabil per 1 April 2026
Pertamina Drilling Buktikan Kinerja Keselamatan, Tiga Penghargaan IADC Asia Tenggara Diraih