BULOG Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Dukung Panen Raya Jagung dan Hilirisasi di Blora

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 3 April 2026 | 17:30 WIB
BULOG berpartisipasi dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal I serta Tanam Jagung Serentak Kuartal II di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Dok. BULOG)
BULOG berpartisipasi dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal I serta Tanam Jagung Serentak Kuartal II di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Dok. BULOG)

“Kebutuhan bioetanol nasional sangat besar, sehingga membutuhkan sekitar 3,2 juta ton jagung. Ini peluang besar bagi petani karena jagung dapat dipanen dalam waktu relatif singkat, sekitar 3 bulan," ujar Dirut BULOG.

Baca Juga: Pertamina NRE dan USGBC Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Ekosistem Bioetanol Nasional

Sinergi Hulu-Hilir Dorong Ekosistem Pertanian

Dalam sesi wawancara, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan jagung di Blora sebagai proyek percontohan nasional.

“Kami akan memastikan dari hilir hingga hulu berjalan dengan baik. Mulai dari permodalan, benih, pupuk, pendampingan hingga off-taker, semuanya didukung oleh BULOG dan Kementerian Pertanian," kata Djon Afriandi.

Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Dr. Yudi Sastro menyoroti tingginya kebutuhan jagung nasional.

Baca Juga: Tips Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem Agar Tubuhmu Tetap Sehat

“Kebutuhan jagung nasional untuk pakan mencapai 15 juta ton per tahun. Selain itu, kita juga diarahkan untuk mengembangkan 1 juta hektare jagung untuk bioetanol. Blora menjadi titik awal pengembangan tersebut," ujar Yudi Sastro.

Optimisme terhadap peningkatan produksi juga disampaikan Bupati Blora.

“Kalau sekarang sekitar 83.000 hektare, ke depan bisa lebih dari 100.000 hektare. Dengan dukungan semua pihak, kami optimis bisa menjadi nomor satu di Jawa Tengah," ungkapnya.

Baca Juga: Kesempatan Magang Legal di Telkom Infrastruktur Indonesia, Cocok untuk Mahasiswa Hukum

Dalam kegiatan panen tersebut, BULOG mencatat hasil panen dari lahan seluas 15 hektare dengan produktivitas mencapai 7 ton per hektare, yang menunjukkan potensi besar pengembangan jagung di wilayah tersebut.

“Ini kebanggaan bagi kita semua. BULOG akan terus hadir sebagai off-taker untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik," kata Ahmad Rizal.

Penguatan Industri Gula dan Peran PT GMM

Selain fokus pada komoditas jagung, BULOG juga mengambil langkah strategis dalam pengelolaan tebu dan penguatan industri gula di Blora melalui PT GMM.

Baca Juga: Pelatihan Limbah Sawit Jadi Produk Bernilai, PTPN IV PalmCo Perkuat Peran Ekonomi Perempuan

“BULOG akan membantu penyaluran hasil panen tebu petani ke pabrik-pabrik PTPN dan SGN di Jawa Tengah. Petani tidak perlu bimbang, kami pastikan hasil panen tetap terserap," tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini