Desainnya yang modular juga memungkinkan mobilisasi lebih mudah karena dapat diangkut dalam kontainer 40 kaki.
Dari sisi kinerja, teknologi ini terbukti mampu meningkatkan produksi minyak secara signifikan, yakni hingga 5 kali lipat pada reservoir karbonat dan bahkan mencapai 10 kali lipat pada reservoir sandstone.
Baca Juga: KAI Layani 5 Juta Perjalanan Lebaran, Mobilitas Menguat dalam Perjalanan Tepat Waktu
“ERRA menjadi solusi inovatif yang efisien dan fleksibel untuk mengakses sisa cadangan minyak, sekaligus menekan biaya operasional dibanding metode pengeboran konvensional,” jelas Burhan.
Partisipasi Pertamina Drilling dalam OTC Asia 2026 menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat posisi di tingkat global, sekaligus menunjukkan komitmen dalam menghadirkan solusi teknologi dan layanan terintegrasi guna mendukung ketahanan energi nasional.
Turut hadir dalan kegiatan ini, Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita, Direktur Pemasaran & Pengembangan Pertamina Drilling Jufrihadi, Vice President (VP) Marketing & Commercial Firmansyah Arifin serta VP Rig Services Operation Komedi.
Dan sebagai wujud keseriusan Pertamina Drilling untuk merambah International market pada kegiatan tersebut juga dilakukan pertemuan formal untuk kolaborasi bisnis baik itu Nasional dan Internasional dengan global company seperti diantaranya dengan delegasi PTTEP Malaysia, SLB Asia Pacific, Halliburton Asia Pacific, UZMA Malaysia, Baker Hughes Asia Pacific, Weatherford Asia Pacific dan Clarkson Plateu Global.***
Artikel Terkait
Perdana Offline, QT-PIE #9 Patra Drilling Contractor Kupas Peran IT sebagai Enabler
Tetap Siaga di Hari Raya, Dedikasi Kru Rig Pertamina Drilling Jaga Energi Nasional
Pertamina Drilling Perluas Jejak Global, Soroti Transformasi Pengeboran Ramah Lingkungan
Limbah Disulap Jadi Bernilai, Pertamina Drilling Tampil di Forum Global Bangkok
Pertamina Drilling Buktikan Kinerja Keselamatan, Tiga Penghargaan IADC Asia Tenggara Diraih