Kesepakatan Tarif PLTP Lahendong 15 MW Diteken, PGE-PLN IP Dorong Optimalisasi Energi Panas Bumi Nasional

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 14 April 2026 | 06:00 WIB
Kesepakatan tarif PLTP Lahendong 15 MW jadi langkah penting percepatan energi bersih berbasis panas bumi di Indonesia. (Dok. PGE)
Kesepakatan tarif PLTP Lahendong 15 MW jadi langkah penting percepatan energi bersih berbasis panas bumi di Indonesia. (Dok. PGE)

Kabar BUMN - Konsorsium PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) bersama PT PLN Indonesia Power (PLN IP) resmi mencapai kesepakatan tarif listrik dengan PT PLN (Persero) untuk pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Bottoming Unit berkapasitas 15 megawatt (MW).

Kesepakatan ini ditandai melalui penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Tarif yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (10/4/2026).

Penandatanganan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian pengembangan proyek sekaligus menegaskan komitmen seluruh pihak dalam mendorong pemanfaatan energi panas bumi secara lebih optimal sebagai sumber energi bersih dan berkelanjutan.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Bali, Karang Boma Cliff Tawarkan Sunset Cantik dari Tebing

Selain itu, kesepakatan tarif ini juga merupakan tahapan krusial dalam proses pengadaan pembangkit melalui skema Independent Power Producer (IPP), sebelum proyek berlanjut ke fase pengembangan berikutnya.

Proyek PLTP Lahendong Bottoming Unit sendiri merupakan pengembangan pembangkit berbasis teknologi binary atau bottoming cycle.

Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan panas sisa dari operasi pembangkit panas bumi yang sudah ada untuk menghasilkan tambahan listrik.

Baca Juga: Magang Bank Mandiri 2026 Segera Ditutup Besok, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Dengan pendekatan ini, energi panas yang sebelumnya belum dimanfaatkan dapat diolah kembali sehingga meningkatkan efisiensi pembangkitan.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani menegaskan bahwa capaian ini menjadi langkah lanjutan kolaborasi antara PGE dan PLN IP dalam mendukung percepatan transisi energi nasional berbasis energi bersih.

“Kami menyambut baik perkembangan proyek ini yang terus berjalan sesuai rencana. Pemanfaatan teknologi bottoming memungkinkan potensi energi panas bumi yang masih tersedia dari operasi pembangkit eksisting dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Baca Juga: Ini yang Harus Dilakukan saat Menghadapi Rekan Kerja yang NPD

"Melalui teknologi ini, panas sisa yang sebelumnya belum termanfaatkan dapat dikonversi kembali menjadi listrik, sehingga meningkatkan efisiensi pembangkitan sekaligus memperkuat kontribusi panas bumi dalam bauran energi bersih nasional.

"Ke depan, kami siap melanjutkan proyek ini ke tahapan berikutnya agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini