Selama pelatihan, peserta mendapatkan teori dan praktik langsung dengan materi yang mencakup pengorganisasian dan penyajian makanan, pembersihan area dapur, metode dasar memasak, pembuatan roti dan produk ragi, hingga pembekalan kewirausahaan.
Baca Juga: Rekor Baru! Stok Beras Pemerintah Hampir 5 Juta Ton, Mentan Sidak Gudang BULOG
Kini di tahun ketiga pelaksanaannya, program pemberdayaan ini telah menjangkau sebanyak 51 peserta penyandang disabilitas dan terus menunjukkan dampak nyata.
Salah satunya keberhasilannya Muhammad Haekal Senchaki (20), peserta pelatihan tata boga khusus disabilitas tahun 2025, yang kini sukses merintis usaha kuliner bertajuk “Chaki Pizza”.
Haekal, mahasiswa berkebutuhan khusus jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, menunjukkan perkembangan signifikan setelah mengikuti pelatihan tata boga yang difasilitasi PDC.
Baca Juga: 7 Cara Alami Menurunkan Darah Tinggi, Efektif dan Bisa Dilakukan di Rumah
Haekal kini mampu memproduksi sekaligus memasarkan pizza secara mandiri melalui sistem pre-order.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa program pelatihan berbasis keterampilan yang inklusif mampu membuka peluang ekonomi baru bagi penyandang disabilitas.
Untuk keberlanjutannya, PDC berharap seluruh program CSR bagi penyandang disabilitas ini sunggu menciptakan dampak sosial positif dengan menghapus stigma dan memberikan kesempatan setara dalam lingkungan kerja maupun masyarakat.***
Artikel Terkait
PDC Luncurkan Tangan Kedua, Gerakan Kolektif Ubah Limbah Tekstil Jadi Harapan Baru
Penutupan Bulan K3 2026, PDC Tegaskan Penguatan Budaya HSSE di Lingkungan Kerja
Tetap Siaga di Hari Raya, Perwira PDC Pastikan Operasi Energi Nasional Berjalan Lancar
Health Talk PDC: Kupas Dampak Trauma dan Stres Terhadap Kinerja, Karyawan Diajak Lebih Kenali Diri
CSR PDC Dorong Kemandirian Disabilitas, Haekal Sukses Bangun Usaha “Chaki Pizza”