Belanja Masyarakat Menguat di Awal 2026, Bank Mandiri Catat Lonjakan Transaksi Kartu Kredit hingga 24,3%

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 23 April 2026 | 12:00 WIB
MSI Bank Mandiri menunjukkan konsumsi masyarakat tetap kuat di kuartal I-2026, didorong momentum Imlek hingga Lebaran. (Dok. Bank Mandiri)
MSI Bank Mandiri menunjukkan konsumsi masyarakat tetap kuat di kuartal I-2026, didorong momentum Imlek hingga Lebaran. (Dok. Bank Mandiri)

Bank dengan kode emiten BMRI tersebut juga memaksimalkan peluang melalui penguatan layanan pada kanal fisik dan digital yang terintegrasi dalam satu ekosistem.

Baca Juga: Jadwal KA Prameks Jogja–Kutoarjo 2026: Transportasi Praktis, Hemat, dan Bebas Macet

Pada kanal digital, Bank Mandiri mendorong pemanfaatan kartu kredit melalui fitur virtual card.

Fitur ini memungkinkan nasabah bertransaksi menggunakan QRIS, melakukan penarikan dana tunai, hingga berbelanja di berbagai platform e-commerce dengan lebih praktis.

Selain itu, inovasi Tap to Pay di Livin’ by Mandiri turut memperkuat layanan.

Dengan fitur ini, nasabah cukup mendekatkan ponsel Android ke mesin EDC untuk melakukan pembayaran secara lebih seamless.

Baca Juga: Ragam Roti Tradisional Italia, Salah Satu yang Populer Foccacio

“Bank Mandiri terus memperkuat sinergi ekosistem pembayaran untuk menangkap peningkatan aktivitas transaksi nasabah.

"Langkah ini diharapkan dapat memperluas akseptasi layanan, meningkatkan kenyamanan bertransaksi, serta mendukung pertumbuhan bisnis ritel secara berkelanjutan,” ujar Saptari, dalam keterangan resminya, Rabu (22/4).

Sejalan dengan meningkatnya aktivitas transaksi, jumlah kartu kredit yang beredar juga terus bertambah.

Baca Juga: Dengan Semangat Kartini, Perempuan IDSurvey Perkuat Kolaborasi dan Transformasi

Pertumbuhan ini didukung oleh proses pengajuan yang semakin mudah melalui berbagai channel akuisisi, baik digital maupun non-digital.

Dari sisi penggunaan, transaksi Mandiri Kartu Kredit secara online didominasi oleh kategori e-commerce, travel, dan elektronik.

Sementara itu, transaksi offline masih ditopang oleh sektor department store, restoran, dan supermarket yang tetap menjadi motor utama aktivitas belanja masyarakat.

Baca Juga: SIG Perkuat Langkah Hijau: Olah Limbah Jadi Energi hingga Pulihkan Lahan Tambang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini