Sementara itu, Livin’ Merchant terus memperkuat peran Bank Mandiri dalam mendorong digitalisasi UMKM.
Platform ini telah digunakan oleh 3,3 juta merchant terdaftar atau tumbuh 28 persen YoY, di mana 63 persen di antaranya berasal dari kawasan non-urban.
Baca Juga: Telkom Hadirkan Kartini BISA Fest untuk Dukung Perempuan Melek Teknologi
Hal ini menegaskan komitmen Bank Mandiri dalam memperluas inklusi keuangan digital hingga ke berbagai daerah.
“Seluruh kapabilitas digital Bank Mandiri sejatinya merupakan sarana untuk Bank Mandiri dapat menjangkau nasabah dengan efektif dan efisien secara operasional, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar, mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif,” ujar Novita.
Peran ESG Diperkuat sebagai Penggerak Pertumbuhan Berkelanjutan
Baca Juga: Menyulam Asa, Menerjang Batas: PIEP Berbagi Kisah Ibu Anak Istimewa di Hari Kartini
Bank Mandiri mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi dan proses bisnis melalui tiga pilar utama: Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menjelaskan, pada pilar Sustainable Banking, portofolio pembiayaan berkelanjutan per Maret 2026 tercatat sebesar Rp320 triliun, tumbuh 8,8 persen YoY, terdiri dari pembiayaan hijau sebesar Rp167 triliun yang meningkat 12,6 persen YoY serta portofolio sosial sebesar Rp153 triliun naik 5,1 persen secara tahunan.
Hal tersebut mengukuhkan posisi Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau nasional dengan pangsa di atas 35 persen di antara tiga bank besar nasional.
Baca Juga: Upaya Nyata PLN: Fasilitas Deteksi Dini Risiko Kehamilan Disalurkan ke Garut
Pada kuartal ini, perseroan mencatat pembiayaan baru sebesar Rp3,6 triliun di sektor green building dan Rp5,2 triliun di sektor pengelolaan sumber daya alam hayati.
Sejalan dengan ketentuan POJK yang mendorong pengembangan produk keuangan berkelanjutan, Bank Mandiri juga terus memperkuat sisi pendanaan, yang tercermin dari alokasi penuh dana Green Bond Tahap II sebesar Rp5 triliun, masing-masing sebesar 72 persen untuk sektor pengelolaan SDA hayati dan 28 persen untuk transportasi ramah lingkungan.
Pada pilar Sustainable Operation, Bank Mandiri menurunkan emisi operasional melalui penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, optimalisasi green building, pemasangan panel surya, serta penyediaan charging station.
Perseroan juga mulai menghitung emisi Scope 3 dari perjalanan dinas dan penggunaan kertas, serta didukung digital carbon tracking untuk pemantauan emisi yang lebih terukur.
Pada pilar Sustainability Beyond Banking, inklusi keuangan diperkuat melalui Livin’ Merchant dan program TJSL, disertai dengan penerbitan Laporan Keberlanjutan 2025 sesuai standar pelaporan global.
Artikel Terkait
Bank Mandiri Ingatkan Nasabah Soal Modus Card Trapping
Kunjungan Bank Mandiri ke Muara Tawar: Perkuat Peran Strategis PLTGU dalam Transisi Energi
Bank Mandiri Raih Predikat Perusahaan Terbaik Indonesia Versi TIME
Hari Bumi 2026, Bank Mandiri Perluas Akses Pasar Karbon Lewat Fitur SPE-GRK di Livin’
Belanja Masyarakat Menguat di Awal 2026, Bank Mandiri Catat Lonjakan Transaksi Kartu Kredit hingga 24,3%