PTP Nonpetikemas Terminal Kijing Kian Strategis, Perkuat Rantai Pasok dan Dorong Ekspor Kalimantan Barat

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 24 April 2026 | 10:00 WIB
Terminal Kijing menjadi urat nadi ekonomi Kalimantan Barat yang tidak hanya mendukung kelancaran arus barang, tetapi juga memperkuat ekosistem logistik nasional. (Dok. PTP Nonpetikemas)
Terminal Kijing menjadi urat nadi ekonomi Kalimantan Barat yang tidak hanya mendukung kelancaran arus barang, tetapi juga memperkuat ekosistem logistik nasional. (Dok. PTP Nonpetikemas)

Kabar BUMN - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Pontianak melalui Terminal Kijing terus memperkuat perannya sebagai simpul strategis dalam mendukung kelancaran rantai pasok serta aktivitas ekspor-impor di wilayah Kalimantan Barat.

Sebagai bagian dari jaringan pelabuhan strategis nasional, Terminal Kijing yang berlokasi di Kabupaten Mempawah berkembang menjadi tulang punggung pelayanan kargo nonpetikemas di Kalimantan Barat sejak mulai dikelola pada Agustus 2022.

Kinerja operasionalnya menunjukkan tren pertumbuhan positif dari tahun ke tahun, seiring meningkatnya volume throughput dan aktivitas logistik di kawasan tersebut.

Baca Juga: Selepas Kandas, KMP Ferrindo 5 Siap Berlayar Kembali Layani Distribusi Logistik Jawa-Kalimantan

Didukung oleh lokasi yang strategis dan berdekatan dengan jalur pelayaran internasional Selat Malaka, Terminal Kijing memainkan peran penting dalam meningkatkan konektivitas logistik sekaligus mendorong daya saing komoditas unggulan daerah, terutama dari sektor perkebunan dan pertambangan.

Memasuki April 2026, Terminal Kijing kembali melayani aktivitas bongkar muat komoditas curah kering berupa bauksit.

Kapal tongkang BG Bahari 30073 tercatat melakukan bongkar muatan sekitar 6.530 ton setelah bersandar beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga: Pelepasan Jemaah Haji PTPN IV Regional III, Pensiunan hingga Petani Plasma Ikut Berangkat

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian aktivitas logistik komoditas mineral di kawasan tersebut.

Aktivitas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung rantai pasok industri berbasis mineral, khususnya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri hilirisasi aluminium di Indonesia.

Dari sisi kapasitas, Terminal Kijing mampu melayani kapal berukuran besar hingga 100.000 DWT dengan kemampuan sandar lebih dari 15 kapal secara simultan.

Baca Juga: The Meru Sanur Masuk Daftar The Best New Resorts Around The World dan The 100 Best New Hotels Of The Year

Peningkatan layanan juga dilakukan melalui optimalisasi peralatan bongkar muat, termasuk relokasi aset seperti harbour mobile crane, hopper, grab, dan bucket guna memastikan proses operasional yang semakin efisien dan andal.

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak, Suwanda, menegaskan bahwa Terminal Kijing memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini