Gandeng Startup Jepang, PTPN IV PalmCo Uji Pemanfaatan Satelit untuk Pantau Perkebunan Sawit

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 5 Mei 2026 | 15:45 WIB
PTPN IV PalmCo menggandeng startup Jepang menguji teknologi satelit guna meningkatkan efisiensi dan akurasi perkebunan sawit. (Dok. PTPN IV PalmCo)
PTPN IV PalmCo menggandeng startup Jepang menguji teknologi satelit guna meningkatkan efisiensi dan akurasi perkebunan sawit. (Dok. PTPN IV PalmCo)

Kabar BUMN - PTPN IV PalmCo bersama sebuah start-up teknologi asal Jepang tengah menjajaki kerja sama strategis untuk mempercepat transformasi digital di sektor perkebunan sawit.

Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan akurasi pemantauan tanaman serta efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi satelit dan kecerdasan buatan.

Penjajakan kerja sama tersebut difasilitasi oleh Indonesia-Japan Business Network dan telah berlangsung sejak pertengahan April 2026.

Baca Juga: Perluas Akses Pendidikan, PNM Salurkan Beasiswa dan Hadirkan Ruang Pintar di pelosok negeri

Saat ini, kerja sama memasuki tahap proof of concept (POC) atau uji coba lapangan yang dilaksanakan di Kebun Sei Galuh, Kabupaten Kampar, Riau.

Dalam tahap uji coba tersebut, tim gabungan melakukan ground truthing atau validasi langsung kondisi tanaman di lapangan.

Data hasil pengamatan kemudian dicocokkan dengan citra satelit untuk meningkatkan ketepatan analisis kesehatan tanaman sawit.

Baca Juga: Tribune Lantern Borobudur 2026, Cara Nyaman Menikmati Pelepasan Lampion Waisak

Pemantauan udara dilakukan menggunakan satelit observasi bumi ALOS-4 (DAICHI-4) yang dikembangkan mitra teknologi Jepang, termasuk Mitsubishi Heavy Industries.

Satelit ini memiliki kemampuan memantau area luas dengan resolusi spasial sekitar 25 meter.

Teknologi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) yang digunakan ALOS-4 memungkinkan pengumpulan data tetap berjalan meski kondisi tertutup awan.

Baca Juga: Cek Ketahanan Pangan, DPR RI Kunjungi Gudang BULOG Sunter

Kemampuan ini dinilai sangat relevan untuk wilayah tropis seperti Indonesia yang kerap menghadapi tantangan cuaca dalam pemantauan pertanian.

“Data satelit memungkinkan kami mengidentifikasi anomali dalam skala besar sekaligus memahami kondisi aktual secara lebih spesifik,” ujar perwakilan IJBNet dari Jepang, Kousuke Matsushima, saat peninjauan lapangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini