Kabar BUMN - “Kita hidup dikelilingi raksasa industri sawit, pantang rasanya jika kita hanya diam tanpa berproses. Dengan akal dan tekad, limbah yang dulunya terbuang sia-sia kini menjadi kunci untuk memutus rantai ketergantungan.”
Kalimat penuh semangat itu disampaikan Suparman Amir (48), penggerak Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Bangko Jaya Sejahtera.
Di tengah dominasi industri kelapa sawit, kelompok ini berhasil menghadirkan inovasi dengan mengubah limbah sawit dan peternakan menjadi sumber daya bernilai tinggi bagi sektor perikanan dan pertanian.
Baca Juga: Kepedulian TASPEN untuk Nakes RSCM Usai Insiden Kereta Bekasi Timur
Sebelum inovasi tersebut berkembang, para pembudidaya ikan dan petani di Desa Bangko Jaya menghadapi tekanan besar akibat tingginya harga pakan pabrikan dan pupuk kimia.
Kondisi itu membuat biaya operasional membengkak hingga memangkas sebagian besar hasil panen.
Ironisnya, limbah seperti solid sawit, abu boiler, dan kotoran ternak yang melimpah belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan teknologi dan pengetahuan.
Baca Juga: Kinerja Moncer, PTP Nonpetikemas Jambi Perkuat Peran Strategis dalam Arus Logistik Sumatera
Berangkat dari persoalan tersebut, Suparman bersama anggota Pokdakan mulai merancang solusi berbasis potensi lokal.
Gagasan itu kemudian mendapat dukungan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) yang menyinergikan langkah masyarakat menuju kemandirian ekonomi dan lingkungan.
Lewat program pendampingan tersebut, Pokdakan Bangko Jaya Sejahtera memperoleh pelatihan pembuatan pakan mandiri, pengelolaan keuangan, hingga produksi probiotik.
Baca Juga: Waisak 2026 Tanpa Cuti Bersama, Tapi Tetap Bisa Libur Panjang! Ini Jadwal Lengkapnya
Dukungan fasilitas seperti mesin pencacah pakan, alat penepung, dan Solar Dryer House turut mempercepat proses produksi pakan agar lebih higienis dan efisien.
Dengan memanfaatkan limbah sawit sebagai bahan utama, kelompok ini berhasil memproduksi pakan ikan mandiri dengan formulasi yang telah teruji.
Artikel Terkait
Empat Inovasi PHR Borong Apresiasi di RKMP 2026, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Wajah Sumringah Warga Rokan di Balik Pasar Murah Ramadan PHR
Pengembangan MNK Digenjot PHR, Jadi Game Changer Ketahanan Energi Nasional
PHR Zona 4 Ukir Kinerja Gemilang Berkat Optimalisasi Pengeboran
PHR Tingkatkan Kesiapan Hadapi Karhutla demi Jaga Operasional Energi Nasional