Emma menjelaskan, Pertamina saat ini menjalankan dua pilar utama strategi bisnis, yakni mengoptimalkan bisnis eksisting berbasis energi fosil serta mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon.
Baca Juga: Libur Idul Adha Bareng Keluarga? Ini Tempat Wisata yang Wajib Dicoba
Namun, sebagian besar alokasi investasi perusahaan masih difokuskan pada sektor hulu migas untuk menjaga produksi nasional.
Di sektor hilir, Pertamina terus menjalankan berbagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor produk olahan, termasuk mendukung program mandatori biodiesel nasional.
Setelah implementasi B40, pemerintah juga tengah mendorong pengembangan menuju B50 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Baca Juga: Berkurban Kini Semakin Praktis, Cukup Lewat Aplikasi Pospay dari Smartphone
Selain itu, Pertamina juga melakukan revamping kilang untuk meningkatkan kapasitas produksi energi yang lebih ramah lingkungan, termasuk pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis used cooking oil atau minyak jelantah melalui skema co-processing di kilang dan rencana pembangunan biorefinery baru.
Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan kehadiran Direksi Pertamina di sesi Students Meet merupakan salah satu bukti bahwa Pertamina memandang mahasiswa merupakan salah satu pemangku kepentingan yang penting.
"Mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai generasi penerus di masa depan, namun mahasiswa juga dapat menjadi agen perubahan di masyarakat. Dengan informasi dan pemahaman yang mereka miliki, mahasiswa dapat menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi bangsa," jelas Baron.
Baca Juga: PT Nindya Karya Buka Lowongan Kerja Mei 2026, Tersedia Posisi Manager hingga Staff Strategis
Pertamina sendiri menurut Baron, juga memiliki program pengenalan bisnis migas kepada mahasiswa melalui program Pertamina Goes To Campus (PGTC), program Beasiswa Sobat Bumi, PF Muda.
Setiap tahun, Pertamina melakukan edukasi proses bisnis perusahaan melalui kunjungan ke beberapa kampus di Indonesia, sekaligus mendorong inovasi dan gerakan sosial berkelanjutan.
"Dengan kondisi geopolitik saat ini, yang juga terasa pengaruhnya ke Indonesia, Pertamina mengajak mahasiswa menjadi aktor penting dalam menjaga ketahanan energi bangsa.
Baca Juga: Pertamina Drilling Pamerkan Inovasi Energi dan Teknologi Offshore di IPA Convex 2026
"Melalui berbagai program bagi mahasiswa, Pertamina berharap generasi muda tidak hanya memahami, namun juga melakukan aksi nyata, salah satunya melalui bijak menggunakan energi," tutup Baron.***
Artikel Terkait
Edukasi Energi Bersih, Pertamina Gandeng ASRI Energi untuk Pelajar
Aksi Hijau May Day, Pertamina EP Bunyu Field Tanam Pohon serta Bersihkan Sampah
Pertamina Drilling Rangkul Gen Z Berinovasi Sulap Limbah Makanan Rig Jadi Cairan Anti Karat
Pertamina Internasional EP dan SPE UI Tanam Mangrove di Bekasi, Dukung Keberlanjutan Pesisir
Pertamina Drilling Pamerkan Inovasi Energi dan Teknologi Offshore di IPA Convex 2026