Garam Impor Hampir 15 Ribu Ton Dibongkar di Cirebon, PTP Nonpetikemas Perkuat Logistik dan Kendali Lingkungan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 22 Mei 2026 | 18:00 WIB
PTP Nonpetikemas Cirebon bongkar 14.983 ton garam impor asal Australia, perkuat logistik nasional sekaligus pengendalian lingkungan. (Dok. PTP Nonpetikemas)
PTP Nonpetikemas Cirebon bongkar 14.983 ton garam impor asal Australia, perkuat logistik nasional sekaligus pengendalian lingkungan. (Dok. PTP Nonpetikemas)

Selain garam, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon juga melayani komoditas curah kering seperti batubara, pasir, semen, gypsum, jagung, cangkang sawit, bungkil, hingga komoditas curah cair seperti aspal, RBD oiled, CPO, bio solar, serta layanan general cargo meliputi project cargo dan offshore/rig.

Baca Juga: Tips Memaksimalkan Penggunaan Packing Cube

Dari sisi performa operasional, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon mencatat tren pertumbuhan positif.

Sampai April 2026, trafik operasional mencapai 1.359.261 ton/m3 atau meningkat 27,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 1.062.634 ton/m3.

Realisasi tersebut juga berhasil melampaui RKAP hingga April 2026 dengan capaian sebesar 104,27 persen, sementara realisasi pada April 2026 tercatat mencapai 433.747 ton/m3.

Baca Juga: Whoosh Tambah Jadwal Malam Saat Long Weekend Idul Adha 2026, Kereta Terakhir Berangkat 22.25 WIB

Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya peran Pelabuhan Cirebon sebagai salah satu simpul logistik penting yang mendukung kelancaran aktivitas industri dan distribusi barang di tingkat nasional.

Di sisi lain, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon juga terus memperkuat komitmennya terhadap penerapan HSSE, terutama pada aspek lingkungan.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan operasional sekaligus menciptakan aktivitas pelabuhan yang aman, tertib, dan ramah lingkungan.

Baca Juga: PHR dan Pertamina EP Sepakati Jual Beli Gas hingga 30 BBTUD, Dukung Operasional Migas di WK Rokan

Salah satu program yang diterapkan ialah pemasangan pagar jaring penahan debu guna mengurangi dampak penyebaran debu ke lingkungan sekitar, menjaga kualitas udara area pelabuhan, serta meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi pekerja maupun masyarakat sekitar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan operasional pelabuhan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan serta kenyamanan masyarakat sekitar.

Seluruh aktivitas operasional dijalankan dengan mengutamakan keselamatan kerja, keamanan pelayaran, serta kepatuhan terhadap standar operasional dan lingkungan.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Ini Rekomendasi Investasi yang Dinilai Aman dan Menguntungkan

Proses ini juga dilakukan melalui koordinasi bersama operator terminal, pihak kapal, tenaga kerja bongkar muat, hingga instansi terkait guna memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini