Baca Juga: Air Terjun Singokromo Nganjuk, Tempat Ngadem Sempurna Saat Cuaca Sedang Panas-panasnya
"Dengan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk di dalamnya lembaga pemikir level internasional akan meningkatkan kapasitas para pihak," tutupnya.
Dalam agenda yang sama, Pertamina Grup juga melakukan sejumlah penandatanganan kerja sama lainnya. Di antaranya terdapat JSA CCS Amonia yang melibatkan PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Perusahaan Gas Negara (PGN), dan PT Pupuk Indonesia.
Selain itu, terdapat penandatanganan HoA CCS Asri Basin antara PHE dan Exxon, serta MOU CCS di wilayah kerja Pertamina yang melibatkan PT Pertamina (Persero), PHE, dan ERIA.
ERIA sendiri merupakan lembaga think tank internasional yang berdiri sejak 2007 dengan fokus penelitian pada aspek ekonomi dan kebijakan di kawasan ASEAN serta Asia Timur.
Lembaga ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang atau Ministry of Economy, Trade and Industry (METI), serta dikenal luas atas keunggulannya dalam analisis kebijakan energi di tingkat regional. ***
Artikel Terkait
Pertamina Jadikan Harkitnas 2026 Momentum Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Pertamina Percepat Transisi Energi untuk Dukung Target Net Zero Emission 2060
Wakil Dirut Pertamina Tegaskan Peran NOC Jaga Ketahanan Energi dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pertamina Drilling Tawarkan Solusi Pengeboran Terintegrasi di IPA Convex 2026
PHR dan Pertamina EP Sepakati Jual Beli Gas hingga 30 BBTUD, Dukung Operasional Migas di WK Rokan