Baca Juga: Keutamaan Puasa Arafah Jelang Iduladha, Amalan Sunnah dengan Pahala Luar Biasa
“Green port adalah kebutuhan, bukan lagi pilihan. Industri pelabuhan harus bergerak menuju operasional yang lebih bersih dan berkelanjutan, karena di balik itu ada aspek yang paling penting, yaitu kesehatan dan keselamatan manusia,” tambah Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami.
Sebagai bentuk mitigasi risiko, perusahaan menerapkan pendekatan HSSE melalui HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control) serta Health Risk Assessment (HRA).
Pendekatan ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko kesehatan secara menyeluruh di 11 cabang operasional perusahaan.
Baca Juga: Magang 6 Bulan di Terminal Teluk Lamong Dibuka! Mahasiswa Teknik dan Desain Wajib Cek Kesempatannya
Di samping itu, program kesehatan kerja seperti medical check-up (MCU), fit to work, serta pengukuran kualitas lingkungan kerja dilakukan berkala untuk memastikan kondisi pekerja tetap memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja.
Berbagai langkah konkret di lapangan juga diterapkan guna mengurangi paparan polusi, mulai dari penyiraman rutin di area dermaga dan stockpile, penerapan dust suppression system, penggunaan alat ukur debu, hingga pengaturan operasional guna menekan waktu idle alat berat.
Budaya keselamatan kerja pun terus diperkuat melalui pelaksanaan lebih dari 1,27 juta safety patrol sepanjang 2025 dan lebih dari 14.000 safety briefing yang dijalankan secara konsisten di seluruh wilayah operasional perusahaan.
Baca Juga: Pertamina Drilling dan SGN Perkuat Sinergi Bisnis untuk Pengembangan Layanan Pengeboran Migas
Pemanfaatan HSSE Dashboard turut mendukung pemantauan kondisi lapangan secara real-time sekaligus mempercepat pengendalian risiko melalui integrasi sistem digital.
Selain memperkuat operasional hijau dan perlindungan kesehatan pekerja, PTP Nonpetikemas juga terus meningkatkan kontribusi sosial dan lingkungan lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang selaras dengan prinsip ESG dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Sampai saat ini, perusahaan telah menjalankan berbagai program TJSL yang terstruktur dalam sejumlah pilar utama, seperti pendidikan, lingkungan, pengembangan UMKM, serta sosial kemasyarakatan.
Baca Juga: PELNI Angkut 825 Ekor Sapi dari Kupang ke Jakarta Jelang Iduladha 1447 H
Terdapat tiga program berbasis Creating Shared Value (CSV), yakni PTP Peduli K3 yang dijalankan di seluruh cabang bersama Kementerian Ketenagakerjaan, program kompetensi dan sertifikasi profesi bagi pekerja harian untuk memperkuat layanan di Terminal Kijing, serta EduPort: Magang inovasi dan berkarya guna meningkatkan kapasitas mahasiswa sekaligus menghadirkan inovasi di sektor kepelabuhanan.
Pada aspek lingkungan, perusahaan turut ambil bagian dalam penanaman 11.000 bibit mangrove sebagai bagian dari komitmen pembangunan pelabuhan hijau bersama ekosistem Pelindo Group.
Artikel Terkait
PTP Nonpetikemas Rampungkan HiPo Batch II untuk Tingkatkan Kompetensi SDM Pelabuhan
PTP Nonpetikemas Bengkulu Perdana Operasikan Layanan Drop Tank untuk Curah Cair di Pelabuhan Pulau Baai
PTP Nonpetikemas Gelar PortPress 2026, Insan Media Diajak Kirim Karya Terbaik
Produktivitas Pelabuhan Meningkat, PTP Nonpetikemas Cabang Banten Perkuat Terminalisasi di Ciwandan
Garam Impor Hampir 15 Ribu Ton Dibongkar di Cirebon, PTP Nonpetikemas Perkuat Logistik dan Kendali Lingkungan