“Kerja sama lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama dalam menghadirkan solusi dekarbonisasi yang nyata untuk industri strategis nasional.
Baca Juga: Raih Pahala Berlimpah! Ini Manfaat Puasa Tarwiyah dan Arafah di Bulan Dzulhijjah
"Sinergi ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan CCS yang lebih luas sekaligus mendukung target net zero emission Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Senior Vice President Technology Innovation & Implementation Pertamina, Hana Timoti, mengatakan pengembangan CCS untuk amonia rendah karbon menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas penerapan teknologi rendah karbon di sektor industri nasional.
“Studi bersama ini merupakan wujud sinergi antarentitas dalam Pertamina Group dan mitra strategis nasional untuk mengembangkan rantai nilai karbon yang terintegrasi.
Baca Juga: Liburan ke Candi Hemat dengan BTN, Ada Cashback Masuk Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko
"Melalui pemanfaatan teknologi CCS, kami berharap dapat mendukung pengembangan produk rendah karbon seperti amonia, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional dalam menghadapi transisi energi global,” kata Hana.
Melalui kerja sama tersebut, PHE bersama para mitra strategis berharap implementasi teknologi CCS dapat dipercepat sebagai bagian dari pengembangan bisnis rendah karbon.
Kolaborasi ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan solusi energi berkelanjutan di kawasan regional.***
Artikel Terkait
Pertamina Hulu Energi Perkuat Strategi Perlindungan Keanekaragaman Hayati Lewat Implementasi Biodiversity Action Plan
Pertamina Hulu Energi Raih Provisional ESG Rating BBB dari MSCI, Tegaskan Komitmen Keberlanjutan
Tutup Tahun 2025, Pertamina Hulu Energi Temukan Sumber Daya Migas Baru di Wilayah Kerja Mahakam
Komitmen Kemanusiaan Pertamina Hulu Energi, Bantuan Terus Mengalir untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera
Pertamina Hulu Energi Siapkan Strategi HSSE Hadapi Gangguan Pasokan Energi