Sambut Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Kembali ke Lapangan Kenari

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 26 Mei 2026 | 09:30 WIB
Jelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha di Candi Borobudur dipindahkan ke Lapangan Kenari guna mendukung pelestarian budaya. (Dok. InJourney)
Jelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha di Candi Borobudur dipindahkan ke Lapangan Kenari guna mendukung pelestarian budaya. (Dok. InJourney)

Kabar BUMN - Menjelang perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE, kawasan Candi Borobudur menjalani penataan melalui pemindahan Arca Unfinished Buddha.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya, memperkuat fungsi spiritual kawasan, sekaligus menciptakan sistem ekosistem peribadatan yang lebih tertata dan berkelanjutan di area cagar budaya dunia tersebut.

Pemindahan arca berlangsung melalui kerja sama berbagai pihak, melibatkan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Museum dan Cagar Budaya (MCB), Kementerian Agama Republik Indonesia, InJourney Destination Management, para Bhikkhu, hingga komunitas masyarakat adat di sekitar kawasan.

Baca Juga: Badak LNG Borong Tiga Penghargaan TOP CSR Awards 2026, Bukti Keselarasan Bisnis dan Sosial

Kolaborasi ini dilakukan agar aspek konservasi situs sekaligus keberlanjutan nilai budaya dan spiritual di Borobudur tetap dapat terjaga secara optimal.

Arca Unfinished Buddha kini ditempatkan di Lapangan Kenari yang berada di Zona I kawasan Candi Borobudur.

Lokasinya berada di sisi barat daya candi dan diletakkan di antara dua pohon kenari yang selama ini memiliki nilai sejarah sekaligus makna spiritual bagi lingkungan kawasan Borobudur.

Baca Juga: PTP Nonpetikemas Perkuat Green Port untuk Jaga Lingkungan dan Kesehatan Pekerja

Kepala Museum & Cagar Budaya, Esti Nurjadin, menegaskan bahwa relokasi arca tidak hanya berkaitan dengan perlindungan warisan budaya dunia, tetapi juga membuka ruang spiritual yang lebih layak dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Seluruh proses dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai pelestarian cagar budaya, menghormati Masyarakat dan adat setempat, guna memastikan tata Kelola Kawasan yang berkelanjutan agar Borobudur tetap terjaga sebagai pusat spiritual dan budaya dunia,” terang Esti Nurjadin.

Sebagai holding yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney menilai pemindahan ini menjadi bagian penting dari penguatan kawasan spiritual Borobudur.

Baca Juga: Raih Pahala Berlimpah! Ini Manfaat Puasa Tarwiyah dan Arafah di Bulan Dzulhijjah

Penataan tersebut diharapkan mampu mendukung masyarakat dalam menjalankan ritual keagamaan dan aktivitas ibadah dengan suasana yang lebih tenang dan khusyuk.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menjelaskan bahwa Borobudur bukan hanya dikenal sebagai candi Buddha terbesar di dunia yang penting bagi umat Buddha, tetapi juga destinasi wisata budaya dengan nilai spiritual dan kesakralan yang tinggi bagi masyarakat sekitar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini