Kabar BUMN - PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) menunjukkan kepedulian terhadap kondisi langit Jakarta belakangan ini.
Belakangan ini kualitas udara di langit Jakarta memang sedang kurang baik.
Kondisi ini disebabkan oleh polusi udara yang terjadi.
Holding Rumah Sakit (RS) BUMN mengambil langkah untuk memberikan wawasan mendalam mengenai dampak polusi udara terhadap paru-paru dan gangguan pernafasan.
Direktur Medis IHC Dr. dr. Lia Gardenia Partakusuma menyoroti perlunya kolaborasi antara berbagai pihak terkait untuk secara efektif mengatasi dampak kesehatan akibat polusi udara.
Baca Juga: Ambil HP, Login pip.kemdikbud.go.id Untuk Cek Apakah Dana PIP Kemdikbud 2023 Sudah Bisa Diambil
"Melalui keterlibatan masyarakat, edukasi publik, dan penelitian yang berkelanjutan," kata Lia.
"Kami berharap masyarakat Jakarta dapat lebih memahami risiko kesehatan yang diakibatkan oleh polusi udara dan mengadopsi perilaku sehat yang berkontribusi pada perlindungan diri mereka sendiri," imbuhnya.
Menurut Lia, hal ini merupakan bagian melibatkan diri dalam diskusi yang lebih luas mengenai tantangan kesehatan masyarakat.
"Dengan merawat kesehatan pernapasan, melakukan pemeriksaan berkala, dan mengadopsi langkah-langkah pencegahan sederhana, kita dapat melindungi diri kita sendiri dan orang yang kita cintai," tutur Lia.
Sementara itu, dr. Dian Prastiti Utami, Sp.P, FAPSR, Dokter Spesialis Paru dari RS Pusat Pertamina menambahkan bahwa kualitas udara yang kita hirup bisa mempengaruhi kondisi paru-paru.
"Partikel-partikel mikro yang terbawa oleh polusi udara dapat masuk ke dalam saluran pernapasan dan menyebabkan peradangan," ungkap Dian.
"Beberapa diantaranya penyakit pernapasan kronis seperti asma dan bronkitis, serta meningkatkan risiko infeksi pernapasan," lanjutnya.