Kabar BUMN – PT Pertamina (Persero) bertekad untuk mempertahankan program transisi energi sekaligus mengurangi emisi karbon.
Namun sebagai negara berkembang, tetap menjaga ketahanan energi, memperluas akses dan keterjangkauan energi dengan menjalankan 3 agenda utama.
Penegasan ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati saat berbicara dalam CEO Fireside Chat on Developing Green Infrastructure di ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) 2023.
Baca Juga: Jelang HUT ke-67, SUCOFINDO Edukasi Dekarbonisasi untuk Mahasiswa
Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa dalam menghadapi tantangan global yang kompleks, Pemerintah Indonesia melalui BUMN secara aktif berkolaborasi dengan mitra global untuk mengatasi permasalahan di berbagai sektor.
Salah satunya adalah sektor energi.
Indonesia sendiri terus melanjutkan proses alih energi menuju ketahanan energi berbasis energi baru terbarukan (EBT). EBT ini akan menjadi faktor utama menurunkan emisi karbon dimasa depan.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Perluas Penerapan Digitalisasi Kios Pupuk Bersubsidi
Berbagai solusi, menurut Erick, telah disiapkan BUMN. Solusi terkait EBT itu antara lain dengan membentuk aliansi strategis di ASEAN untuk membangun ekosistem rantai nilai baterai.
"Solusi ini mewakili kekuatan transformatif kerja sama regional bagi kemajuan kolektif ASEAN dan komunitas Indo-Pasifik," kata Erick di depan para kepala negara ASEAN saat membuka AIPF kemarin.
Lebih jauh, Nicke Widyawati menjelaskan bahwa tujuan dari transisi energi adalah Net Zero Emission (NZE).
Baca Juga: Ajak Studi Banding, Pertagas Beri Edukasi Perangkat Desa Pengelolaan Sampah
Sementara itu, sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki target untuk meningkatkan Gross Domestic Product (GDP) dalam rangka mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang stabil.
Sehingga, Indonesia memerlukan energi sebagai katalis untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi.