rilis-bumn

Dukung Kemandirian Pangan di Penajam Paser Utara, PHKT Kembangkan Program CSR Semur Cendawan

Minggu, 28 Juli 2024 | 17:00 WIB
Program CSR Semur Cendawan yang diinisiasi PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT). (Dok. PHKT)

Pada kesempatan terpisah, GM Zona 10 Subholding Upstream Pertamina, Yoseph Agung Prihartono, menjelaskan, potensi budidaya jamur melalui Program Semur Cendawan dapat menjadi salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan pangan dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraan.

Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan melakukan kunjungan langsung ke lokasi Program Semur Cendawan di Kelurahan Waru pada Kamis (25/7/2024). (Dok. PHKT)

Baca Juga: Pertamina Raih Penghargaan ESG Bidang Hubungan dengan Pelanggan

Menurut Yoseph, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Dinas Ketahanan Pangan, SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi, dan penerima manfaat, akan mampu menciptakan manfaat dan nilai yang dinikmati bersama (creating shared value).

“Kami percaya bahwa Program Semur Cendawan dapat menjadi salah satu solusi bagi Kabupaten PPU dalam menghadapi tantangan di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan, khususnya sumber pangan alternatif, seiring statusnya sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN),” katanya.

Head of CRC Zona 10 Dharma Saputra menjelaskan berbagai inovasi yang dikembangkan dalam program ini, antara lain berupa intensifikasi pertanian di lahan pekarangan melalui pembangunan apartemen jamur, pembentukan pusat pembelajaran (learning center), Model Bisnis Inti Plusma, Olahan Produk Jamur, serta penerapan teknologi sederhana yaitu Sterilisasi Media Jamur Dalam Bejana (SEMENJANA), Pengkabut Rumah Cendawan dengan Terencana (BUMANTARA), dan Kompor Minyak Jelantah (KOMJEN).

Baca Juga: Kinerja TW II 2024 : Pertamina Drilling Menjaga Momentum untuk Terus Melaju

“Kehadiran pusat pembelajaran di program ini menjadi media pembelajaran kolektif kelompok atau masyarakat yang ingin memiliki komoditas penyangga di pekarangan melalui budidaya jamur tiram dan hortikultura,” papar Dharma yang turut meraih predikat terbaik pertama dari 41 peserta C.MBA-CSR yang diwisuda pada malam penganugerahan Nusantara CSR Award 2024.

Program Semur Cendawan ini telah membantu pelestarian lingkungan, salah satunya dengan mengurangi limbah serbuk kayu sebesar 240 ton per tahun dan mengurangi emisi sebesar 40,77 ton CO2/tahun.

Alat inovasi SEMENJANA, misalnya, dapat mengurangi heatloss sebesar 0,37 GJ/Tahun dan mereduksi emisi sebesar 11.572 CO2 eq/Tahun dari pemanfaatan 125.000 baglog per tahun.

Baca Juga: Magang Pertamina 2024: Lamar Segera untuk Posisi Internal Communication

Budidaya jamur menghasilkan limbah baglog sebanyak 36 ton per tahun.

Selain itu, pemanfaatan limbah baglog jamur tiram menjadi pupuk organik tanaman hortikultura dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia sebesar 54 ton CO2eq/tahun.

PHKT berkolaborasi dengan PT Patra Drilling Contractor (PDC) dalam memberikan 20 liter paket Kompor Jelantah (KOMJEN) dengan solar panel pada 16 Juni 2024.

Baca Juga: Hadir di GIIAS 2024, Booth Pertamina Tawarkan Banyak Hadiah Menarik

Halaman:

Tags

Terkini