rilis-bumn

Pertamina Group Siap Dorong Transisi Energi Melalui Pengembangan Bioetanol

Selasa, 1 Oktober 2024 | 10:45 WIB
Direktur Manajemen Risiko Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) Iin Febrian saat menghadiri diskusi panel Green Initiative Conference yang digelar oleh Kumparan pada Rabu (25/9/2024). (Dok. Pertamina NRE)

Kapasitas produksi etanol nasional saat ini mencapai sekitar 180 ribu kiloliter per tahun, sedangkan kebutuhan etanol 5 persen (E5) saat ini mencapai 1,9 juta kiloliter per tahun dan akan berlipat ganda apabila diterapkan E10.

Baca Juga: Lebih dari 120 Ribu Penonton Padati Pertamina Mandalika International Circuit, InJourney Sukses Gelar MotoGP untuk Ketiga Kalinya

Dalam jangka pendek sampai dengan panjang, Pertamina NRE masih akan menargetkan pembangunan pabrik bioetanol baru dengan harapan akan memperkecil gap antara suplai dan kebutuhan nasional.

Tanah di Indonesia memiliki potensi untuk ditanami dengan beberapa jenis tanaman energi yang berpotensi menjadi bahan baku bioetanol.

Dengan mendiversifikasi jenis bahan baku, maka diharapkan tidak akan mengganggu kebutuhan tebu nasional untuk pangan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Serahkan Trophy kepada Jorge Martin, Peraih Podium Utama Pertamina Grand Prix of Indonesia

Pertamina saat ini tengah melakukan studi untuk mengembangkan beberapa bahan baku bioetanol selain dari tebu, antara lain sorgum (sorghum), nipah (nypa fruticans), dan tandan kosong kelapa sawit (empty fruit bunch).

Pertamina NRE berkomitmen kuat untuk mengembangkan energi bersih sebagai bentuk dukungan terhadap transisi energi untuk mencapai aspirasi pemerintah net zero emission selambat-lambatnya tahun 2060.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan Indonesia memiliki potensi yang besar untuk pengembangan bioetanol sehingga bisa menjadi salah satu solusi energi terbarukan.

Baca Juga: Pertamina Energizing You Festival Mandalika: One Stop Festival Tampilkan Musisi Ternama dan UMKM Pertamina

"Bioetanol diproduksi dari bahan-bahan organik yang menawarkan potensi besar untuk masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan," ujar Fadjar.***

Halaman:

Tags

Terkini