rilis-bumn

ASDP Resmi Terapkan Penyesuaian Tarif di 22 Lintasan Penyebrangan Mulai 1 November 2024, Segini Besarannya

Kamis, 31 Oktober 2024 | 19:45 WIB
Mulai 1 November 2024, ASDP Indonesia Ferry akan melakukan penyesuaian tarif di 22 lintasan penyebrangan. (DOK.ASDP Indonesia Ferry)

Kabar BUMN - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi akan menerapkan penyesuaian tarif di 22 lintasan penyebrangan mulai Jumat, 1 November 2024 pukul 00.00 WIB.

Shelvy Arifin, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengatakan bahwa penyesuaian ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan operasional serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang di setiap lintasan.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, dengan mengutamakan keselamatan, keamanan & kenyamanan pengguna jasa,” ujarnya.

Baca Juga: PIEP Innovation Improvement Program (IIF) 2024 Jadi Ajang Adu Gagasan Inovasi Berkelanjutan

Adapun ke 22 lintasan yang mengalami penyesuaian tarif yakni Merak - Bakauheni, Ketapang - Gilimanuk, Padangbai - Lembar, Tanjung Kalian - Tanjung Api-api, Bitung Ternate, Sape - Labuan Bajo, Pagimana - Gorontalo, Bitung - Tobelo, Batam - Kuala Tungkal, Batam - Sei Seleri.

Kemudian Karimun - Sei Seleri, Batulicin - Garongkong, Dabo - Kuala Tungkal, Kendal - Kumai, Ketapang - Lembar, Sape - Waingapu, Bajoe - Kolaka, Mamuju - Balikpapan, Sape - Waikelo, Batam - Mengkapan, Jangkar - Lembar, dan Jangkar - Kupang.

Untuk memastikan bahwa pelayanan tetap memenuhi standar yang optimal, ASDP bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan para pemangku kepentingan untuk melakukan sosialisasi terkait penyesuaian ini.

Baca Juga: Salurkan Energi hingga Pelosok, Pertamina Tambah 7 Titik BBM Satu Harga di Kalimantan

Tarif baru diharapkan dapat mendukung investasi berkelanjutan dalam infrastruktur dan peralatan penyeberangan, sejalan dengan visi ASDP dalam memberikan layanan yang lebih berkualitas.

Beberapa faktor yang mendorong penyesuaian tarif ini meliputi peningkatan biaya operasional seperti perawatan kapal dan harga suku cadang, serta tekanan ekonomi global seperti inflasi tahunan dan fluktuasi nilai tukar yang mempengaruhi biaya operasional.

ASDP percaya bahwa langkah ini akan mendukung stabilitas bisnis dan meningkatkan daya saing layanan penyeberangan.

Baca Juga: Wujudkan Ketahanan Pangan, PTPN IV Regional III dan Korem 031 Wirabima Perkuat Sinergi Pengamanan Aset Negara

Manajemen ASDP terus berkomitmen menghadirkan layanan prima dan akan terus fokus meningkatkan pelayanan secara maksimal dan bernilai tambah. A

SDP selaku penyedia jasa layanan penyeberangan terbesar di Tanah Air tentu perlu memastikan bahwa pendapatan yang diraih perusahaan cukup untuk menutup biaya operasional dan mendukung investasi berkelanjutan dalam infrastruktur dan peralatan.

Halaman:

Tags

Terkini