Kabar BUMN – PHE ONWJ dari Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina memberdayakan masyarakat Desa Sukajaya melalui program pengolahan limbah rajungan.
Sejak lama Desa Sukajaya dikenal sebagai kampung rajungan yang setiap harinya para nelayan membawa berton-ton rajungan dari laut ke darat.
Setibanya di darat, rajungan-rajungan tersebut dikupas untuk diambil dagingnya saja lalu diproses.
Baca Juga: PHE ONWJ Wujudkan Kemandirian Ekonomi Perempuan Pesisir Karawang dengan Jam Pasir
Sementara cangkang rajungan dibuang begitu saja menciptakan gunungan sampah yang jumlahnya semakin bertambah.
Beberapa masyarakat memanfaatkan sebagian limbah tersebut untuk mendatangkan larva maggot.
Caranya, cangkang rajungan disimpan di wadah yang membentang di atas empang.
Baca Juga: Kapal Nelayan Alami Mati Mesin, PHE ONWJ Berhasil Selamatkan 10 Awak
Seiring waktu, cangkang membusuk dan menarik lalat jenis black soldier fly (BSF) untuk bertelur.
Larva yang dihasilkan dari lalat ini berjatuhan ke dalam empang, menjadi sumber makanan bagi lele budidaya.
Namun, pembusukan cangkang rajungan ini mendatangkan masalah berupa bau amis busuk yang menyebar dan tercium sampai ke kampung.
Baca Juga: PHE ONWJ Mulai Proyek Pengembangan Lapangan OO-OX untuk Tingkatkan Produksi Migas
Aroma tak sedap ini tidak kunjung hilang, lantaran setiap hari datang ratusan kilogram limbah baru.
Sisa limbah cangkang yang tidak termanfaatkan justru menambah problem karena tidak ada tempat pembuangan sampah yang dapat mengolah limbah ini.