rilis-bumn

Direktur Operasi Waskita Karya Kunjungi Bendungan Jragung, Targetkan Selesai Dibangun 2025

Jumat, 15 November 2024 | 12:00 WIB
Waskita Karya menargetkan pembangunan Bendungan Jragung selesai pada 2025 mendatang. (DOK. Waskita Karya)

Kabar BUMN - Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk Dhetik Ariyanto kunjungi pembangunan Bendungan Jragung di Semarang, Jawa Tengah.

Kunjungan ini guna memantau langsung pengerjaan dan memastikan proyek selesai sesuai target pada 2025 mendatang.

Dhetik menyatakan, perseroan tengah fokus mengerjakan Proyek Strategis Nasional (PSN) itu agar rampung tepat waktu. Waskita Karya juga terus memperhatikan mutu sesuai standar yang berlaku.

Baca Juga: Waskita Karya Pecahkan Dua Rekor MURI di Proyek LRT Jakarta Fase 1B

"Sebagai BUMN Konstruksi yang sudah 63 tahun berpengalaman dalam pembangunan infrastruktur, Waskita optimis dapat menyelesaikan Bendungan Jragung sesuai target yang ditentukan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (15/11/2024).

Tim kami di lapangan, Dhetik menambahkan, turut meningkatkan produktivitas dan performa, supaya masyarakat segera dapat merasakan manfaat proyek tersebut.

Bendungan yang memiliki kapasitas tampung sebanyak 90 juta meter kubik itu nantinya dapat menyuplai kebutuhan air baku sebesar satu meter kubik per detik (m3/dt).

Baca Juga: Bendungan Jlantah di Karanganyar Hampir Rampung, Waskita Karya: Bendungan Dapat Mengairi 1.494 Hektare Lahan Persawahan

Sebanyak 0,5 m3/dt di antaranya untuk Semarang, lalu untuk Demak dan Grobogan, masing-masing sebesar 0,25 m3/dt.

Bendungan juga mampu mengaliri air ke Daerah Irigasi (DI) Jragung hingga 4.528 hektar (ha).

Pengerjaan bendungan akan diikuti dengan pembangunan jaringan irigasinya, sehingga turut mendukung program ketahanan pangan yang sedang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Transformasi Digital Waskita Karya: AI dan Inovasi Teknologi untuk Efisiensi Proyek

“Produktivitas petani dipastikan meningkat. Sebelumnya mereka hanya bisa menanam satu kali dalam setahun, namun setelah ada aliran air irigasi dari bendungan, dapat mencapai dua sampai tiga kali,” jelas dia.

Bendungan dengan elevasi puncak setinggi 119,5 meter tersebut, lanjutnya, mampu mengurangi risiko banjir area hilir dari 378 meter kubik per detik menjadi 170 meter per detik. Maka dapat mereduksi banjir hingga 45 persen di kawasan Semarang.

Halaman:

Tags

Terkini