Kabar BUMN – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) resmi memulai fabrikasi Anjungan OOA dengan melakukan pemotongan pertama lempeng platform lepas pantai (first cut of steel).
Seremoni ini berlangsung di Bintan, Kepulauan Riau, pada Rabu (6/11/2024).
Anjungan OOA merupakan bagian dari proyek pengembangan Lapangan OO-OX yang dikelola PHE ONWJ di lepas pantai Laut Jawa.
Baca Juga: PLN Boyong Lima Kerja Sama di COP29 Azerbaijan, Sinergi Global untuk Transisi Energi di Tanah Air
Lingkup fabrikasi ini mencakup 200 metrik ton jacket atau fondasi anjungan dan 500 metrik ton anjungan bagian atas (topside), yang dilakukan PT Meindo Elang Indah, mitra kerja PHE ONWJ.
Jadwal fabrikasi berlangsung lebih awal dari jadwal, yang mencerminkan komitmen kuat PHE ONWJ dalam mendukung pencapaian ketahanan energi nasional serta perekonomian lokal.
Kegiatan first cut fabrikasi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan terkait, di antaranya SKK Migas, PT PHE selaku Subholding Upstream, Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa.
Baca Juga: Mau Beri Tips untuk Pekerja Hotel? Ini Etika yang Perlu Diperhatikan
Kemudian Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan, Perwakilan Kepala Bea Cukai Tanjung Pinang, serta pemerintah daerah setempat.
Muzwir Wiratama, General Manager PHE ONWJ, dalam sambutannya menegaskan bahwa keselamatan dan kualitas tetap menjadi prioritas utama dalam proyek ini.
“Prinsip Safer, Faster, Better menjadi landasan utama Perusahaan. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini sesuai jadwal dengan standar kualitas tinggi, andal dan memprioritaskan aspek keselamatan kerja,” jelasnya.
Baca Juga: Lokal Go Global, Pertamina SMEXPO 2024 Sukses Perluas Pasar UMKM
Setelah fabrikasi selesai, tahap selanjutnya adalah sail-away anjungan ke lokasi kerja, yang rencananya akan dilakukan pada Juni 2025.
Proses ini meliputi pengangkutan dan pengiriman Anjungan OOA menuju Laut Jawa.