Berikutnya Jalan Tol IKN Segmen 5A (Tempadung-Pulau Balang) Rp1,2 triliun, Rumah Susun ASN 3 Rp1,1 triliun, Gedung Kementerian Koordinator 4 Rp874 miliar, serta Jalan Feeder District IKN senilai Rp660 miliar.
Baca Juga: ITDC dan MGPA Hadirkan Program Khusus di Mandalika untuk Meriahkan Pesta Rakyat NTB
"Progres empat dari lima proyek besar IKN sudah di atas 90 persen. Waskita berkomitmen menyelesaikan seluruh proyek IKN dengan tepat waktu agar bisa segera difungsikan," jelas Oho.
Ia menyebutkan, secara keseluruhan kini Perseroan tengah mengerjakan 69 proyek berjalan, total nilainya mencapai Rp 44,4 triliun. Sebanyak 60 persen di antaranya merupakan proyek konektivitas.
“Ke depannya, Waskita Karya siap mendukung Asta Cita Presiden melalui pembangunan infrastruktur yang mendukung kemandirian bangsa melalui swasembada pangan dan air,” tegas Oho.
Baca Juga: ANTAM Raih Penghargaan Silver Rating ASRRAT 2024
Ia menyebutkan, Perseroan telah membangun 23 infrastruktur air berupa bendungan dan irigasi seperti Bendungan Temef di Nusa Tenggara Timur, Karian di Banten, Margatiga di Lampung, Leuwikeris di Jawa Barat, Irigasi Salamdarma di Sumedang, dan Mrican di Jawa Timur yang baru saja dikunjungi oleh Menteri Pekerjaan Umum.
Di tengah proses transformasi perusahaan yang sedang berjalan, kata dia, Waskita masih mencatatkan Nilai Kontrak Baru (NKB). Perseroan meraih NKB sebesar Rp6,8 triliun per Oktober 2024.
Kemudian berdasarkan laporan keuangan pada kuartal III 2024, Waskita mencatat kenaikan laba bruto sebesar 33,18 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp1,03 triliun.
Baca Juga: Pupuk Kaltim Dorong Produktivitas Buah Naga Banyuwangi melalui Program Agrosolution
Sebelumnya, pada periode sama tahun lalu sebesar Rp773,93 miliar.
Nilai Gross Profit Margin (GPM) Perseroan turut naik menjadi 15,19 persen, setelah sebelumnya pada kuartal tiga tahun lalu sebesar 9,90 persen.
EBITDA Waskita juga naik hingga 141 persen, dari Rp252 miliar menjadi Rp609 miliar per September 2024.
Baca Juga: Nikmati Keindahan Alam di Wisata Sigrowong Temanggung, Terkenal dengan Hutan Pinusnya!
"Waskita berkomitmen untuk menjaga sustainability bisnis pasca penandatanganan restrukturisasi 21 kreditur perbankan dengan nilai outstanding sebesar Rp26,37 triliun yang merupakan bagian dari kesepakatan dalam MRA,” tutur Oho dalam acara Public Expose 2024.