Kabar BUMN – PT Brantas Abipraya (Persero) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur strategis nasional dengan membangun Bendungan Sidan.
Bendungan Sidan ini terletak di Kabupaten Badung, Gianyar, dan Bangli, Bali.
Bendungan ini dirancang sebagai salah satu solusi utama dalam memenuhi kebutuhan air baku di wilayah Sarbagita, yang meliputi Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Baca Juga: Ide Hidangan yang Wajib Disuguhkan di Meja Tamu Saat Natal 2024
Dengan kapasitas suplai air baku mencapai 1.750 liter per detik, Bendungan Sidan diproyeksikan mampu melayani kebutuhan 1,3 juta jiwa penduduk Bali sekaligus menjawab tantangan ketahanan air di kawasan tersebut.
“Pembangunan Bendungan Sidan yang dimulai sejak tahun 2018 ini memiliki kapasitas tampung yang luar biasa, yakni sebesar 5,8 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 39 hektar.
"Lokasinya yang strategis memanfaatkan aliran Sungai Ayung sebagai sumber utama, menjadikan bendungan ini tulang punggung pengelolaan air di Bali,” ujar Muhammad Toha Fauzi, Direktur Operasi I Brantas Abipraya.
Selain menyediakan air baku bagi empat wilayah utama, bendungan ini juga memiliki manfaat tambahan seperti pengendalian banjir, pembangkit energi listrik.
Keunggulan teknis Bendungan Sidan terletak pada desainnya yang merupakan tipe zonal inti tegak, dengan desain inti aspal atau ACCED (Asphalt Concrete Core Embankment Dam).
Bendungan ini dilengkapi dengan terowongan pengelak sepanjang 452 meter dengan diameter lima meter, yang dirancang untuk mengurangi debit banjir dari 405,09 meter kubik per detik menjadi 138,20 meter kubik per detik.
Dengan demikian, bendungan ini tidak hanya memastikan ketersediaan air baku tetapi juga secara signifikan mengurangi risiko banjir di wilayah Denpasar dengan cakupan pengurangan banjir mencapai 108 hektar.
Salah satu aspek penting dari Bendungan Sidan adalah distribusi air baku yang didesain untuk memenuhi kebutuhan secara merata di wilayah Sarbagita.