rilis-bumn

Brantas Abipraya Bangun Bendungan Sidan, Siapkan Air Baku 1.750 Liter Per Detik untuk 4 Kabupaten di Bali

Rabu, 11 Desember 2024 | 16:00 WIB
Bendungan Sidan, Bali. (DOK. PT Brantas Abipraya (Persero))

Kota Denpasar mendapat porsi terbesar, yaitu 750 liter per detik, diikuti oleh Kabupaten Badung dengan 500 liter per detik, Kabupaten Gianyar dengan 300 liter per detik, dan Kabupaten Tabanan sebesar 200 liter per detik.

Baca Juga: KAI Services Sosialisasi Penggunaan Bahan Ramah Lingkungan untuk Kemasan Produk, Bentuk Dukungan Program ESG

Dengan distribusi ini, kebutuhan air domestik di empat wilayah tersebut dapat terpenuhi, memberikan kontribusi signifikan terhadap swasembada air domestik bagi 1,26 juta jiwa atau sekitar 34 persen dari total kebutuhan air domestik di kawasan tersebut.

Selain sebagai sumber air baku, Bendungan Sidan juga menjadi bagian dari solusi energi terbarukan di Bali.

Bendungan ini dirancang untuk mendukung pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) dengan kapasitas 0,65 MW, serta pembangkit listrik tenaga surya terapung (PLTS) dengan kapasitas hingga 8 MW.

Baca Juga: Juarai RiYoLC 2024, Inovasi Cemerlang Pemuda Riau Siap Hadapi Tantangan Masa Depan

Dengan demikian, total potensi energi listrik yang dihasilkan mencapai 8,65 MW, menjadikannya salah satu proyek strategis yang tidak hanya mendukung ketahanan air tetapi juga ketahanan energi di wilayah Bali.

Manfaat pembangunan Bendungan Sidan tidak berhenti di sana. Infrastruktur air ini juga direncanakan menjadi salah satu destinasi wisata baru di Bali, mengingat lokasinya yang indah dan strategis.

Kehadirannya diharapkan dapat menambah daya tarik pariwisata lokal, yang pada gilirannya meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Baca Juga: 4 Restoran Franchise di Jepang yang Terkenal dan Murah, Sudah Ada Cabangnya Juga di Indonesia

Hal ini selaras dengan visi Brantas Abipraya untuk tidak hanya membangun infrastruktur yang fungsional tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi masyarakat setempat.

Pentingnya pembangunan Bendungan Sidan semakin terasa mengingat proyeksi kebutuhan air baku di kawasan Sarbagita pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 5.097 liter per detik, sedangkan kapasitas eksisting baru mencapai 2.550 liter per detik.

Ini menciptakan defisit sebesar 2.547 liter per detik. Dengan hadirnya Bendungan Sidan yang menyuplai tambahan 1.750 liter per detik, defisit tersebut dapat berkurang secara signifikan menjadi 797 liter per detik.

Baca Juga: Diskon Besar Promo 12.12 dari DAMRI! Nikmati Potongan Tiket hingga 50% untuk Liburan Akhir Tahun

Meski belum sepenuhnya menutupi kebutuhan, kehadiran bendungan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan ketahanan air di Bali.

Halaman:

Tags

Terkini