"Misal pada SMPN 2 Cianjur, kami turut merenovasi lapangan upacaranya," jelas dia.
Ermy berharap, seluruh warga Kabupaten Cianjur yang terdampak gempa bumi pada 21 November 2022 lalu itu dapat kembali menjalani kegiatan sehari-hari dengan nyaman.
Seperti diketahui, bencana tersebut menyebabkan kerusakan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum.
Sebagai informasi, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,6 triliun guna perbaikan 98 ribu unit rumah yang rusak.
Sementara untuk rehabilitasi dan renovasi prasarana pendidikan yang dikerjakan Waskita Karya, anggarannya sekitar Rp288,6 miliar, lalu pada penanganan infrastruktur permukiman, nilai kontrak yang diperoleh Perseroan sebesar Rp63,65 miliar.***