Hasilnya membuktikan bahwa alat ini mampu meminimalkan risiko kebocoran serta kecelakaan kerja, sekaligus kompatibel dengan berbagai jenis aktuator SDV.
Baca Juga: Lestarikan Kawasan Hulu Sungai, PTPN Tanam 2.450 Pohon di Hulu Sungai Ciliwung
Selain itu, inovasi ini telah dipresentasikan kepada operator migas lain, seperti Saka Energi dan PGN.
“Kami berharap NanoTek dapat membantu operator hulu migas lain menurunkan risiko pekerjaan serupa,” tambah Abdurrachman.
Keberhasilan ini mencerminkan komitmen Pertamina dalam memprioritaskan keselamatan kerja sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
PHE ONWJ sendiri menjadi tulang punggung produksi migas domestik dengan capaian 25.269 barel minyak per hari (BOPD) dan 70,67 juta standar kaki kubik gas bumi (MMSCFD) sepanjang 2024.
Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus memastikan kinerja yang berkelanjutan dengan mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).
Regional Jawa, yang mencakup wilayah kerja PHE ONWJ, berkomitmen untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung kemandirian masyarakat.
Dengan koordinasi dari PHE, area ini terus meningkatkan produksi migas sambil menerapkan praktik operasi yang bertanggung jawab.***
Inovasi NanoTek dari PHE ONWJ hadir sebagai solusi aman dan efisien untuk operasi migas, memprioritaskan keselamatan kerja dan keberlanjutan produksi.