rilis-bumn

PERURI Hadir Dalam Forum ASBANDA 2025 dengan Teknologi Fraud Detection

Rabu, 5 Februari 2025 | 19:00 WIB
PERURI hadir dalam Forum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) di Bali, pada Kamis (23/1/2025). (DOK. PERURI)

Kabar BUMN - PERURI hadir dalam Forum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) di Bali, pada Kamis (23/1/2025).

Kehadiran PERURI dalam rangka menghadirkan berbagai solusi digital yang dapat membantu Bank Pembangunan Daerah (BPD) beradaptasi dengan era transformasi digital.

Pada forum ini, PERURI menghadirkan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan keamanan transaksi perbankan.

Baca Juga: Aksi Nyata PERURI Wujudkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Komitmen Kuat Berantas Tindakan Korupsi di Lingkungan Perusahaan

Di antaranya adalah Tanda Tangan Elektronik, Meterai Elektronik, Graph Analytic, serta solusi Digital Security lainnya.

PERURI juga memperkenalkan produk Smartcard berbasis smart chip yang lebih aman dan terenkripsi untuk meningkatkan daya saing bank daerah di era digital.

“PERURI hadir mendukung BPD guna memperkuat ekosistem perbankan digital yang aman dan efisien,” ucap Head of Channel Management Department PERURI A. Mesa Tiar Dyastama.

Baca Juga: PERURI Beberkan Strategi Bisnis Bagi UMKM di “Ngobrol Santai” IKA PPM

Untuk mendukung keamanan perbankan digital, PERURI menghadirkan teknologi Fraud Detection dari Peruri Graph Analytic.

Layanan ini mampu mendeteksi pola transaksi mencurigakan, mengidentifikasi anomali dalam perilaku pengguna, serta memberikan insight mendalam terhadap aktivitas keuangan yang berisiko tinggi.

“Peruri Graph Analytics menyuguhkan analisis berbasis data yang canggih, yang dapat membantu BPD dalam mencegah fraud sejak dini, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta memperkuat sistem keamanan digital perbankan,” tambah Mesa.

Baca Juga: PERURI dan Kemendag Tingkatkan Kerja Sama Digitalisasi untuk Transformasi Pemerintahan

Direktur Eksekutif ASBANDA, Wimran Ismaun mengatakan, keamanan siber menjadi salah satu tantangan utama bagi perbankan daerah di era digital.

"Meningkatnya transaksi digital dapat menjadi ancaman terhadap keamanan data dan permasalahan yang semakin kompleks," jelas Wimran.

Halaman:

Terkini