Kabar BUMN – PT Pertamina (Persero), melalui Subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga, resmi mengoperasikan Terminal LPG Bima.
Infrastruktur ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk mendukung ketahanan energi di wilayah Indonesia Timur.
Peresmian Terminal LPG Bima yang digelar pada Jumat (21/2) dihadiri oleh Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat Pertamina Patra Niaga, Eduward Adolof Kawi, dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso.
Baca Juga: Tips Sukses Menyelenggarakan Acara Bukber yang Berkesan
Turut hadir sejumlah pejabat, di antaranya Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Bidang Infrastruktur, Energi, dan Investasi, Febry Calvin Tetelepta; Plt. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Bidang Perekonomian dan Pangan, Edy Priyono; Kasubdit ESDA dan IPTEK Direktorat PPS Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Agus Eko Purnomo.
Koordinator Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Migas, Kementerian ESDM, Sugiarto; serta Sub Koordinator Asisten Deputi Bidang Industri, Energi, Minyak, dan Gas Kementerian BUMN, Ni Kadek Yuliartani.
Pembangunan Terminal LPG Bima merupakan bagian dari penugasan pemerintah dalam mendukung program konversi energi serta memperkuat distribusi LPG di Indonesia Timur.
Proyek ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap energi.
Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat Pertamina Patra Niaga, Eduward Adolof Kawi, menyatakan bahwa Terminal LPG Bima merupakan salah satu upaya nyata Pertamina dalam memperkuat infrastruktur energi nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Proyek pembangunan Terminal LPG Bima dimulai sejak Maret 2019 dan selesai pada akhir 2023.
Baca Juga: Proyek Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar Antarkan Nindya Karya Raih 2 Rekor MURI
Meskipun sempat menghadapi tantangan akibat pandemi COVID-19 yang menghambat penyelesaiannya, proyek ini akhirnya dapat dioperasikan sesuai rencana.
“Dengan hadirnya terminal LPG ini, kami dapat memastikan distribusi LPG yang lebih efisien, merata, dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama di daerah yang selama ini sulit mendapatkan akses energi,” tambahnya.