Melalui keempat pilar ini, diharapkan visi Waskita menjadi perusahaan terdepan dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan dapat tercapai.
Baca Juga: Simak! Langkah-langkah Ikutan Undi Undi Hepi Telkomsel untuk Gasak Mobil dan Hadiah Mewah Lainnya!
Terkait pertumbuhan usaha, jelas Ermy, Perseroan fokus pada perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB). Dalam pelaksanaannya, Waskita membentuk Komite Manajemen Risiko, untuk menilai risiko dan kelayakan proyek, sebelum memutuskan untuk mengambil suatu proyek dan melakukan tender.
Perseroan pun sudah melakukan sentralisasi keuangan. Maka, keuangan tidak lagi diatur oleh masing-masing divisi tapi terpusat, sehingga pengelolaannya menjadi lebih maksimal.
“Jadi pembayaran vendor langsung diatur oleh pusat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (5/3/2024).
Baca Juga: DAMRI Siap Dukung Program Mudik Gratis 2025 untuk Lebaran yang Nyaman
Ermy menyebutkan, Waskita telah menyelesaikan utang vendor sebesar Rp7 triliun, sebanyak 38 persennya merupakan utang yang sudah lewat jatuh tempo.
Dirinya mengatakan, capaian tersebut tidak lepas dari transformasi tata kelola keuangan dan aset yang dilakukan Perseroan sepanjang dua tahun terakhir.
Pada 2024 lalu, perusahaan berhasil memberikan kontribusi pajak signifikan kepada negara sebesar Rp2,9 triliun.
Baca Juga: Mengenal Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadan, Apa Itu?
Jumlah itu meningkat sekitar 107 persen year on year (yoy) dibandingkan kontribusi pajak Waskita pada 2023 yang sebesar Rp1,4 triliun.
Berikutnya mengenai SDM, kata dia, peningkatan kompetensi pegawai menjadi bagian dari strategi bisnis yang dijalankan. Perseroan terus melaksanakan pemenuhan pelatihan dan sertifikasi guna menjawab tantangan pasar ke depan.
Ermy menambahkan, penguatan GRC pun terus dilakukan, salah satunya dengan memenuhi Roadmap Perbaikan Manajemen Risiko di Perseroan.
Baca Juga: Integrasi AI dalam Operasi Pengeboran Pertamina Drilling untuk Efisiensi dan Keselamatan
Peningkatan fungsi manajemen risiko ini telah dilakukan melalui assesment Risk Maturity Index (RMI) serta memastikan fungsi legal berjalan.