Kabar BUMN – Belasan pria berkumpul di pinggir muara Dusun Tangkolak, Karawang, di bawah sengatan matahari pantai utara Jawa.
Mereka menuangkan adukan semen ke dalam cetakan berbentuk kubah dengan lubang-lubang kecil di permukaannya.
Sekilas mirip kurungan ayam, tapi warga menyebutnya paranje.
Butuh waktu empat minggu supaya cetakan ini mengering dan menjadi paranje. Modul Paranje dirancang sebagai rumah bagi terumbu karang.
Paranje berfungsi sebagai karang buatan yang dapat membantu terumbu karang menempel dan tumbuh.
Lubang-lubang di permukaan memungkinkan sirkulasi nutrisi dan oksigen bagi pertumbuhan terumbu karang.
Baca Juga: Mengapa Perlu Beritikaf di Masjid di Malam 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan?
Lubang ini juga memungkinan struktur paranje stabil, mengurangi risiko paranje terangkat ke atas akibat arus bawah laut.
Ketika sudah mengering, bobot mati paranje berkisar antara 70 sampai 80 kilogram.
Perlu dua orang dewasa untuk mengangkatnya ke perahu, dan tambahan orang untuk menenggelamkan paranje ke dasar laut.
Baca Juga: Magang di Perusahaan BUMN Ini Dapat Uang Saku! Simak Lowongan Selengkapnya di PT PELNI
Perairan Indonesia dikenal kaya akan terumbu karang, termasuk di wilayah pantai utara Jawa.
Pantai Tangkolak, yang terletak di Dusun Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang merupakan salah satu titik yang dulunya kaya akan terumbu karang.