Langkah ini menjadi bagian dari roadmap pertumbuhan PGE untuk mencapai kapasitas 1,8 GW hingga 2033, dengan target pertumbuhan kapasitas 12% per tahun.
Meskipun kapasitas terpasang tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya, PGE berhasil meningkatkan efisiensi operasional melalui berbagai optimalisasi produksi.
Baca Juga: PGE Dorong Tata Kelola Berkelanjutan di Indonesia Knowledge Management Summit 2024
Direktur Operasi PGE, Ahmad Yani, menekankan pentingnya keandalan sistem dalam memastikan efisiensi produksi.
“Kami terus mendorong peningkatan produksi melalui peningkatan ketersediaan, kapasitas, dan pengurangan outage.
"Tingkat reliabilitas sistem kami tetap tinggi dengan availability factor untuk uap sebesar 98,91% dan availability factor listrik sebesar 86,5%,” ujar Ahmad Yani.
Baca Juga: PGE dan PEMA Siap Garap Potensi Panas Bumi di Aceh, Pengeboran Segera Dimulai!
Dalam mendukung target net zero emissions 2060, PGE berhasil menghindari emisi karbon sebesar 4,05 juta ton CO2eq sepanjang 2024.
Dari sisi keberlanjutan, PGE juga mencatat prestasi dengan menempati peringkat pertama ESG Sustainability Rating untuk perusahaan publik di Indonesia, dengan skor 7,1 (negligible risk).
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan.
Baca Juga: Raih Penghargaan Most Popular CFO Awards 2024, PGE Perkuat Komitmen Swasembada Energi
“Keberlanjutan menjadi bagian integral dari strategi bisnis kami.
"Selain pengembangan panas bumi, kami juga aktif dalam perdagangan karbon dan eksplorasi teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi energi,” ujar Edwil Suzandi.
Dengan rekam jejak kinerja yang solid, strategi ekspansi jangka panjang yang matang, serta komitmen terhadap keberlanjutan, PGE siap memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri panas bumi dan motor utama dalam transisi energi nasional.***