Direktur Strategy dan Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo menjelaskan bahwa PTBg Cofiring PKS Lubuk Dalam merupakan salah satu proyek unggulan perusahaan dalam mendukung upaya dekarbonisasi.
“PTBg Lubuk Dalam memanfaatkan biogas yang berasal dari POME untuk menghasilkan energi bersih sebagai bahan bakar pengganti cangkang pada boiler,” ujarnya.
Baca Juga: Ribuan Petani Binaan PTPN IV PalmCo di Riau Segera Kantongi Sertifikasi Internasional RSPO
Fasilitas ini tidak hanya menghasilkan energi bersih dan mengurangi emisi metana, tetapi juga memberikan pendapatan tambahan dari pemanfaatan cangkang.
Selain itu, PTPN IV PalmCo memiliki 10 unit fasilitas methane capture lainnya yang beragam, seperti pembangkit listrik, cofiring, bio-CNG, dan sebagainya.
“Apapun bentuknya, pastinya POME harus diolah.
Baca Juga: Digitalisasi PTPN IV PalmCo Buat Mahasiswa Universitas Riau Berdecak Kagum
"Sehingga tujuan Pemerintah kita untuk mempercepat net zero emission sebelum 2060 bisa diwujudkan.
"Ditambah lagi, circular economy yang diterima juga memberi value lebih bagi pelaku industri,” lanjut Ugun.
Biogas Cofiring PKS Lubuk Dalam yang menerima sertifikat SPE-GRK ini juga telah terdaftar di IDX Carbon.
“Kita sudah berhasil menjual 21.500 CO2e dan dengan hal tersebut PalmCo menjadi perusahaan perkebunan pertama di Indonesia yang bertransaksi di IDX Carbon atau perusahaan ke-4 untuk seluruh industri,” ungkapnya.
Ugun menyatakan optimisme bahwa proses sertifikasi untuk fasilitas energi terbarukan lainnya di bawah PalmCo akan berjalan lebih cepat.
“Insya Allah dengan bantuan pak Menteri yang luar biasa dan dukungan seluruh pihak, untuk selanjutnya kami percaya akan lebih cepat menyelesaikan proses sertifikasi di pembangkit lainnya,” tutupnya.
Baca Juga: Kementerian BUMN Dorong Digitalisasi Berbasis IoT, Perkuat Hirilisasi PTPN IV PalmCo