rilis-bumn

Minimalkan Gangguan Lalu Lintas, Hutama Karya Gunakan Teknologi Sosrobahu dalam Pembangunan Tol Semarang-Demak

Selasa, 10 Juni 2025 | 09:00 WIB
Hutama Karya menggunakan teknologi Sosrobahu dalam pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Paket 1A. (Dok. Hutama Karya)

Untuk mendukung kelancaran, Hutama Karya juga melakukan sosialisasi melalui media sosial, siaran radio lokal, serta pemasangan rambu-rambu pengaturan lalu lintas di sekitar proyek.

“Tanpa teknologi Sosrobahu, proses konstruksi konvensional berpotensi menyebabkan kemacetan, mengganggu akses menuju aktivitas bisnis, dan menimbulkan keluhan masyarakat.

Baca Juga: Cetak Generasi Pemimpin, Hutama Karya Gelar Finale Series Leadership Development Program 2025

"Metode ini memungkinkan pier head dibangun sejajar dengan sumbu jalan, lalu diputar 90 derajat ke posisi akhir menggunakan sistem hidrolik,” jelas Adjib.

Teknologi ini memiliki sejumlah keunggulan, seperti efisiensi waktu pengerjaan, penghematan biaya pengaturan keselamatan lalu lintas, serta kemampuan untuk tetap melanjutkan konstruksi tanpa mengurangi ruang jalan.

Inovasi ini sangat cocok digunakan di kawasan urban dengan keterbatasan ruang gerak alat berat.

Baca Juga: Hutama Karya Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan Lewat Program TJSL Padat Karya di Jabodetabek

Tak hanya fokus pada teknologi, Hutama Karya juga mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat dengan berkoordinasi secara intensif bersama pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Perusahaan juga telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi seperti pemasangan rambu-rambu, pencahayaan memadai pada malam hari, serta penugasan petugas flagman khusus untuk membantu kelancaran arus lalu lintas.

“Hutama Karya selalu mengedepankan keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam setiap proyek yang dikerjakan.

Baca Juga: Komitmen ke UMK Lokal, Hutama Karya Berikan Pelatihan untuk Wilayah Jabodetabek

"Pada proyek ini, teknologi Sosrobahu tidak hanya menunjukkan kapabilitas teknis, tetapi juga komitmen perusahaan untuk meminimalkan dampak konstruksi terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat,” tutup Adjib Al Hakim.

Proyek Tol Semarang–Demak Paket 1A yang dikerjakan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara Hutama Karya dan Beijing Urban Construction Group (KSO HK - BUCG), saat ini telah mencapai progres 64,2%.

Penggunaan teknologi Sosrobahu menjadi tonggak penting dalam percepatan penyelesaian proyek yang diharapkan tuntas pada April 2027.

Baca Juga: Hutama Karya Selesaikan Menara Turyapada Tahap 1, Jembatani Sinyal dan Wisata Bali Utara

Halaman:

Tags

Terkini