Strategi intermediary country ini menunjukkan bahwa apa yang awalnya terlihat sebagai kekalahan dalam negosiasi tarif, justru menjadi kemenangan strategis yang akan menguntungkan Indonesia dalam jangka panjang.
“Dengan persiapan infrastruktur dan regulasi yang tepat, Indonesia bersiap menjadi destinasi utama investasi manufaktur di Asia Tenggara, memanfaatkan momentum perang dagang global untuk kepentingan ekonomi nasional.” tutup Todo.***