Lebih lanjut Adjib menyampaikan bahwa dengan sistem irigasi yang dirancang untuk melayani area seluas 1.559 hektar, bendungan ini akan memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 3.200 petani dan mendukung peningkatan indeks pertanaman dari 252% menjadi 300%.
Baca Juga: World Hepatitis Day 2025, Bio Farma Gaungkan Kampanye Indonesia Bebas Hepatitis
Selain itu, bendungan ini juga mampu menyuplai air baku sebesar 150 liter/detik bagi lebih dari 99.000 jiwa di Kecamatan Gunung Sari dan Batu Layar.
“Dengan debit air yang besar, Bendungan Meninting juga memiliki potensi untuk Pembangkit Tenaga Air (PLTA/ Mikrohidro) sebesar 0,8 MW, serta mereduksi banjir seluas 59 Ha pada musim hujan sehingga mengurangi debit banjir yang selama ini memberikan dampak ke masyarakat di wilayah Kota Lombok,” imbuh Adjib.
Bendungan ini juga berpotensi sebagai destinasi wisata dan sarana konservasi lingkungan.
Pelaksanaan proyek ini mendapatkan pengakuan internasional “Top Entry in Country” dalam ajang Autodesk ASEAN Innovation Awards 2023 melalui implementasi inovasi teknologi konstruksi mutakhir yang terintegrasi seperti Building Information Modelling (BIM), fotogrametri, dan digital survey yang secara manfaat dapat mempercepat proses konstruksi hingga akurasi pekerjaan.
Proyek ini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari kontur lahan yang terjal, curah hujan tinggi, keterlambatan pembebasan lahan yang telah dimitigasi melalui penyesuaian jadwal kerja dan koordinasi intensif antar instansi, hingga kelangkaan material inti dari dalam lokasi proyek.
“Meski demikian, tim proyek tetap menjaga mutu, keselamatan kerja, dan kelancaran jadwal,” tambah Adjib.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Batik Leles, Pertamina Gelar Pelatihan Desain Batik di Gresik
Kunjungan Menteri PU ke lokasi bendungan pada 14 Juli 2025 menjadi penanda penting sinergi pusat dan daerah.
Dalam arahannya, Menteri PU menyatakan bahwa Bendungan Meninting harus memberi manfaat bukan hanya untuk irigasi dan air baku, tapi juga pariwisata dan energi terbarukan.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Kepala BBWS NTB juga menunjukkan komitmen penuh terhadap kelanjutan pemanfaatan bendungan ini secara optimal.
Baca Juga: Magang HRD di TASPEN Tanjung Pinang, Cek Syarat dan Jadwalnya!
Hutama Karya tak hanya fokus pada pembangunan fisik Bendungan Meninting, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan bagi masyarakat sekitar.