“Alhamdulillah produksi kami di atas standar nasional,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, M Nur petani swadaya dari Aceh dan Andi Akmal dari Masamba Tani Utama di Luwu Utara meminta hal yang sama untuk petani swadaya yang bermitra melalui pola offtaker.
“Semoga untuk kami petani swadaya juga bisa terus meningkat produktivitasnya dan semakin sejahtera. Bersama PalmCo kemitraan tanpa batas,” imbuh kedua petani berbeda pulau tersebut.
Baca Juga: Tol Probolinggo-Banyuwangi Siap Pangkas Waktu Tempuh Jadi 30 Menit, Dongkrak Mobilitas dan Ekonomi
PTPN IV mencatatkan banyak kisah sukses dalam membangun kemitraan bersama petani. Rekomendasi teknis petani dalam pengurusan PSR yang telah terbit hingga semester I 2025 mencapai 11 ribu Ha.
Sementara dari 24 ribu yang diremajakan PalmCo, 14 ribu Ha sudah menghasilkan dengan rata-rata produktivitas TBS di atas standar nasional.
Petani dan kelembagaannya juga semakin sejahtera dengan SHU di atas Rp6 juta perbulan dan saldo koperasi petani yang tembus Rp13 sampai Rp 19 pertahun.
Atas hal ini diakhir kunjungan saat mengunjungi PalmCo Business Cockpit, dashboard berbagai platform digital perusahaan, ketua DPP Aspekpir Indonesia Setiyono yang diwakili oleh Efendi Pasaribu, Ketua Sekretariat DPP Aspekpir Indonesia memberikan penghargaannya kepada Jatmiko.
Dirut PalmCo itu dinobatkan menjadi Bapak Pelopor Sawit Baik Berkelanjutan.***