rilis-bumn

PalmCo Tekankan Pentingnya Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan dan Energi

Minggu, 31 Agustus 2025 | 17:45 WIB
Dirut PalmCo Jatmiko Santosa tekankan kolaborasi, produktivitas petani, dan komitmen ESG sebagai kunci ketahanan pangan serta energi berkelanjutan Indonesia. (Dok. PTPN)

Hasil kemitraan ini terlihat dari produktivitas plasma yang mencapai rata-rata 12,57 ton/ha, bahkan ada yang menembus 18,05 ton/ha, melampaui standar nasional 12 ton/ha.

Baca Juga: Ingin Menjelajah Laut tapi Tak Bisa Berenang? Cobain Sensasi Sea Walking di Bali!

"Peremajaan sawit rakyat (PSR) adalah kunci. Tanpa itu, kita akan kehilangan daya saing sekaligus melemahkan kontribusi sawit bagi ketahanan pangan dan energi."

"Dan melalui forum ini, kami berharap ke depan kita akan saling berkolaborasi dan bersinergi untuk bersama-sama memperkuat inisiatif ini," ujar Jatmiko dalam bahasa Inggris.

Menurutnya, jika kolaborasi intensifikasi berjalan optimal, maka selain memperkuat ketahanan pangan berbasis sawit, target pemerintah dalam implementasi biodiesel B50 pada 2027 juga bisa tercapai.

Baca Juga: Pertamina Tampilkan Tari Topeng Indramayu, Viral dan Banjir Pujian di Osaka Expo 2025

Target alokasi biodiesel ini diperkirakan membutuhkan sekitar 20,11 juta kiloliter.

Jatmiko juga menyoroti dampak perubahan iklim yang kini nyata memengaruhi sektor pertanian global, termasuk sawit Indonesia.

Ia mengingatkan agar Indonesia tidak mengulang sejarah seperti industri gula yang dulu menjadi eksportir, namun kini justru menjadi importir besar.

Baca Juga: PT Timah Rayakan HUT ke-49 dengan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Opas Indah

Data yang dipaparkan menunjukkan periode 2015–2024 sebagai dekade terpanas dengan konsentrasi CO₂ tertinggi.

Setiap kenaikan suhu 1°C dapat menurunkan hasil panen antara 3,1–7,4 persen, memicu fenomena ‘climateflation’, yakni kenaikan harga pangan akibat anomali iklim.

"Sehingga ini memerlukan solusi berkelanjutan yang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh stakeholders, termasuk bapak ibu akademisi," tuturnya lagi.

Baca Juga: Stasiun Jatinegara Jadi Pemberhentian Luar Biasa, Ini Daftar KA untuk Penumpang

Sebagai produsen CPO terbesar di dunia dengan kontribusi 60% pasokan global, Indonesia memegang peranan penting.

Halaman:

Tags

Terkini