Pada 2024, pupuk Bioferdom mulai diterapkan di lahan jagung, bekerja sama dengan Kelompok Tani Kasawo Jaya.
Baca Juga: Loker BUMN September 2025: DAMRI Buka Lowongan untuk Posisi Staf IT, Simak Kualifikasinya
Sebanyak 30 hektare lahan pertanian di Desa Kayowa kini memanfaatkan pupuk ini setelah sebelumnya diujicobakan pada pertanian padi.
Program Bioferdom membawa dampak positif di berbagai aspek:
- Lingkungan: Mengurangi limbah biosulfur hingga 127,6 ton per tahun dan meningkatkan produktivitas pertanian sebesar 57%.
- Ekonomi: Memberikan efisiensi biaya pertanian sebesar Rp4.080.000 per orang per musim serta meningkatkan nilai jual hasil pertanian hingga Rp18.144.000 per hektare per musim.
- Sosial: Memberdayakan 25 petani lokal dan mendorong kemandirian pupuk.
Baca Juga: Kesejukan Wisata ke Lasem, Kota Kecil Multietnis Penghasil Batik Terkenal di Jawa Tengah
“Selain mengatasi kelangkaan pupuk, Bioferdom mendukung keberlanjutan pertanian dan berkontribusi pada pencapaian agenda internasional SDGs, khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan Tujuan 15 (Ekosistem Daratan),” jelas Ridwan Kiay Demak.
Sebagai bagian dari program ini, PEP DMF juga mengembangkan Sekolah Lapang Pertanian Mosa’angu—dalam bahasa Saluan berarti “berkumpul atau bersatu”—yang memberikan pendidikan non-formal bagi para petani.
Program ini dijalankan bersama Sircular Center Indonesia (SCI).
Baca Juga: BULOG dan TNI Gelar Pasar Murah di Jakarta Pusat, Salurkan 5 Ton Beras SPHP untuk Warga
Kepala Desa Kayowa, Ali Dg Marowa, menegaskan pentingnya pendidikan formal untuk petani yang selama ini mengandalkan naluri dan tradisi turun-temurun.
“Perubahan cuaca dan penurunan kualitas lingkungan menimbulkan berbagai masalah pertanian.
"Saya sangat bersyukur petani kami bisa mendapatkan ilmu untuk bertahan dan bahkan mampu produktif di tengah berbagai permasalahan yang ada,” ujarnya.
Baca Juga: Pertamina Dorong Ekonomi Nelayan Dumai Lewat Green Laundry Berbasis Ramah Lingkungan
Ridwan Kiay Demak menambahkan bahwa metode pembelajaran lapangan ini menjadi wujud komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani agar dapat mengelola usaha tani mereka secara lebih efektif dan berkelanjutan.