Baja sebagai Fondasi Nasional
Baca Juga: PT MUM Kembali Buka Loker Account Officer, Syarat Pendidikan SMA Sederajat
Akbar Djohan menegaskan bahwa baja merupakan komoditas strategis dan tidak bisa dipandang hanya sebagai industri dasar.
“Baja adalah tulang punggung pembangunan, menopang sektor otomotif, energi, infrastruktur, hingga pertahanan. Tanpa kemandirian baja, sulit bagi Indonesia mencapai visi Indonesia Emas 2045,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pelajaran dari AS jelas menunjukkan proteksi tidak cukup hanya berhenti pada produk hulu, melainkan juga perlu mencakup barang jadi agar pertumbuhan industri baja berjalan sehat dari hulu sampai hilir.
Baca Juga: 5 Kuliner Sumatra Barat yang Terbuat dari Beras Ketan, Hampir Semuanya Kudapan atau Camilan
Dengan strategi total defense, Indonesia bisa memperkuat daya saing nasional, menciptakan kemandirian pasok, dan melindungi kepentingan jangka panjang.
Penguatan Baja dan Asta Cita Pemerintah
Akbar Djohan menyebutkan bahwa penguatan baja nasional sejalan dengan Asta Cita pemerintah yang menargetkan kemandirian ekonomi serta industrialisasi.
Baca Juga: Sebulan Beroperasi, Trayek Baru DAMRI Samarinda–Melak Layani Ribuan Penumpang
Baja, katanya, merupakan syarat utama untuk mendorong hilirisasi, memperbesar peluang kerja, dan meningkatkan daya saing di tingkat global.
“Asta Cita tidak akan tercapai bila fondasi industrinya rapuh. Baja harus diperkuat agar pembangunan infrastruktur dan manufaktur memiliki penopang yang kokoh,” jelasnya."
"Dengan melindungi industri baja, pemerintah juga menjamin keberlanjutan pembangunan yang inklusif dan kompetitif.
Strategi Penguatan Bisnis Krakatau Steel