“Borobudur Sunrise yang telah menjadi daya tarik global dihadirkan melalui serangkaian kajian dan penyusunan rencana kunjungan yang lebih terstruktur.
"Pengalaman ini dihidupkan kembali secara bertahap dengan kuota terbatas dan pengawasan ketat guna memastikan keberlanjutan dan kelestarian struktur candi,” tegas Febrina.
Baca Juga: Ketika Bukit Bertemu Laut: Pesona Tenang Pantai Karang Bolong Kebumen
Selain menjaga warisan budaya dunia, program ini juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal berbasis budaya.
Dengan dukungan ekosistem UMKM dan pelaku wisata lokal, kegiatan sunrise di Borobudur diharapkan memperkuat ekonomi kreatif di kawasan tersebut.
“Kami mencoba membangkitkan Borobudur sebagai salah satu destinasi pariwisata dengan branding yang kuat.
Baca Juga: UMKM Pertamina Bersinar di TEI 2025, Bukukan Transaksi Fantastis dan Minat Ekspor Tinggi
"Kami membuka akses bagi pelajar tidak hanya hari Senin, tetapi setiap hari.
"Ini kami harap bisa mendorong peningkatan wisatawan dari kalangan pelajar, supaya bisa seperti dulu lagi.
"Karena pelajar adalah pangsa pasar besar yang berpotensi bagi pelaku UMKM di Kampung Seni Borobudur,” tutup Febrina.***