rilis-bumn

Pertamina Perkuat Ekosistem Sustainable Aviation Fuel, Dorong Indonesia Jadi Pusat Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan di ASEAN

Jumat, 24 Oktober 2025 | 10:30 WIB
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, di ajang 15th International Sustainability & Carbon Certification (ISCC) Regional Stakeholder Meeting Southeast Asia. (Dok. Pertamina)

Dalam proses tersebut, Subholding PT Kilang Pertamina International (KPI) berperan dalam menyediakan fasilitas co-processing untuk mengubah minyak jelantah menjadi SAF, PT Pertamina Patra Niaga bertanggung jawab atas distribusi bahan bakar, dan PT Pelita Air Service, maskapai milik Pertamina, menjadi pengguna utamanya.

Baca Juga: Ragam Kuliner Palembang yang Memanfaatkan Daging Ikan Air Tawar atau Ikan Sungai

“Dengan demikian, kami memiliki rantai ekosistem lengkap.

"Mulai dari pengumpulan minyak jelantah hingga produksi SAF, lalu penggunaannya dalam penerbangan.

"Suplai UCO berpotensi meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan dari kawasan, Eropa, dan Amerika Serikat,” paparnya.

Baca Juga: Jasa Tirta II Sedang Buka Lowongan Kerja PWT untuk Laboratorium Lingkungan, Simak Posisi Serta Kualifikasi yang Dibutuhkan

Untuk memperluas kapasitas produksi, Pertamina terus mengoptimalkan dua kilang utama — Kilang Cilacap dan Kilang Plaju.

Saat ini, Kilang Cilacap telah mampu memproduksi sekitar 238 ribu kiloliter SAF per tahun melalui teknologi co-processing dengan campuran 2,4% UCO, dan kapasitasnya akan ditingkatkan melalui pembangunan fasilitas tambahan.

Agung menegaskan, keberhasilan pengembangan SAF menjadi bukti nyata bahwa ekonomi sirkular dapat diimplementasikan secara efektif di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Besok! Tiket DAMRI Diskon 20% untuk Seluruh Rute AKAP, Simak Promonya

“Dampaknya, SAF dapat mengurangi hingga 84 persen emisi karbon dari penerbangan internasional.

"Kami berharap dapat terus bekerja sama untuk mengembangkan SAF bagi Indonesia dan dunia,” pungkas Agung.***

Halaman:

Tags

Terkini