Produsen inilah yang menjadi pemasok utama lembaga global seperti Gavi, UNICEF, dan PAHO.
Untuk itu, sistem regulasi dan pembiayaan harus disesuaikan dengan realitas di lapangan, disertai investasi pada teknologi dan kolaborasi yang mempercepat peningkatan kapasitas produksi vaksin.
Baca Juga: Fakta Menarik Slow Bar, Tren Baru Menghidangkan Segelas Kopi dengan Konsep Lebih Lambat dan Personal
“Advancing innovation and building resilient vaccine ecosystems is not an abstract ambition. It is a practical imperative!” tegas Rajinder Suri, CEO DCVMN.
“Di Bali, kami akan menghubungkan pengalaman nyata di lapangan dengan instrumen global, strategi regulasi, serta kemitraan dan kolaborasi yang kuat untuk memastikan vaksin-vaksin baru dapat dikembangkan, diproduksi, dan disalurkan ke tempat yang paling membutuhkan.”
Sebagai co-host sekaligus salah satu anggota pendiri DCVMN, Bio Farma turut menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemandirian vaksin dan ketahanan kesehatan global, sejalan dengan misi DCVMN yang berfokus pada peningkatan kesehatan publik dunia.
Baca Juga: Pertamina Drilling Gelar Tes Urin Mendadak, Seluruh Pekerja Negatif Narkoba
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menyatakan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antaranggota jaringan produsen vaksin negara berkembang.
“Sebagai co-host dan bagian dari DCVMN, Bio Farma berkomitmen menjadikan forum ini sebagai ajang kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem vaksin global yang inovatif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
"Melalui pertemuan ini, kami ingin menunjukkan kontribusi nyata Indonesia dalam memperkuat kemandirian vaksin di tingkat global,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dalam DCVMN tidak hanya menjaga kemandirian produksi vaksin, tetapi juga memastikan akses vaksin yang lebih adil bagi seluruh negara.
“Melalui pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, dan inovasi teknologi, kami membuktikan bahwa produsen vaksin dari negara berkembang mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan ketahanan kesehatan global yang berkeadilan,” pungkas Shadiq.
Melalui penyelenggaraan 26th DCVMN AGM di Bali, Bio Farma dan DCVMN mempertegas komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi global, mendorong inovasi, dan membangun sistem kesehatan yang berkelanjutan demi tercapainya akses vaksin yang merata, adil, dan inklusif bagi seluruh masyarakat dunia.***