Vaksin Bio Farma digunakan secara luas oleh UNICEF untuk program imunisasi global, termasuk vaksin polio yang menjadi salah satu pilar utama upaya eradikasi dunia.
Baca Juga: 4 Tempat Wisata di Binjai, Kota Kecil yang Hanya Berjarak Satu Jam Perjalanan dari Medan
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lembaga global untuk memastikan keberlanjutan industri vaksin sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dunia.
“Kita memerlukan pendekatan collaborative problem-solving bersama WHO, Gavi, UNICEF, CEPI, dan mitra donor lainnya untuk menemukan solusi yang seimbang antara perlindungan kesehatan publik dan keberlanjutan industri,” ujar Shadiq.
Ia menyoroti tantangan yang dihadapi produsen vaksin negara berkembang, mulai dari proses WHO Prequalification yang semakin ketat hingga penurunan pendanaan donor yang mempersempit potensi pasar global.
Baca Juga: Tingkatkan Skill Akuntansi dan Auditmu Lewat Magang BUMN di PT Graha Sarana Duta
Menurutnya, kondisi ini menuntut adanya shared responsibility model di mana risiko, biaya, dan tanggung jawab dibagi secara adil antar mitra global.
“Kita harus bergerak maju dengan model tanggung jawab bersama yang memastikan setiap pihak berperan dalam menjaga keberlanjutan sistem kesehatan global,” tambahnya.
Bio Farma juga memanfaatkan forum ini untuk memperkuat jejaring global dan mencari solusi yang mendukung kemandirian vaksin di negara berkembang.
Baca Juga: Teror Klinik Kamboja dan Tarian Kematian: Sensasi Halloween di Rumah Hantu Trans Studio Cibubur
“Momentum DCVMN AGM ini kami gunakan untuk membangun inovasi dan kolaborasi, agar negara berkembang juga dapat berkontribusi secara luas dalam membangun resilient vaccine ecosystem,” pungkasnya.
CEO DCVMN, Rajinder Suri dalam sambutannya menekankan pentingnya jejaring ini dalam menghadapi tantangan masa depan.
”Kami akan terus meningkatkan kemampuan dan bersiap mendukung organisasi seperti CEPI, dan WHO untuk menghadapi tantangan kesehatan global yang akan datang. Tentu saja kita tidak tidak boleh melupakan apa yang telah kita alami, yaitu pandemi.
Baca Juga: BTN Menggelar Kompetisi BTN Housingpreneur 2025 untuk Mencari Bibit Unggul Inovator Perumahan
"Inovasi berada di inti DCVMN, oleh karena itu kami mendorong informasi, memanfaatkan kecerdasan buatan dan transformasi digital akan menjadi area fokus utama dalam konferensi ini. Kita semua menyadari bahwa teknologi baru dan mekanisme keuangan inovatif yang akan mendukung kia kedepan” jelas Suri.