rilis-bumn

Strategi Telkom Perkuat Transformasi Korporasi, Fokus Menuju Strategic Holding dan Penataan Portofolio Bisnis

Sabtu, 1 November 2025 | 19:00 WIB
Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana saat memberikan paparan pada acara “Forum Group Discussion: Streamlining Anak Usaha untuk Agility & Optimalisasi Bisnis Telkom”, Jumat (31/10) di Bandung (Dok. Telkom)

Kabar BUMN - Sebagai bagian dari komitmennya mendukung agenda transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta memperkuat langkah transformasi jangka panjang sesuai arah kebijakan nasional dan mandat efisiensi Presiden Republik Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) tengah memulai babak baru transformasi perusahaan.

Telkom akan beralih menjadi strategic holding yang berfokus pada penguatan portofolio bisnis.

Langkah ini sejalan dengan aspirasi streamlining BUMN yang diamanatkan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang menargetkan penyederhanaan jumlah perusahaan BUMN dari sekitar 1.000 menjadi 200–240 entitas melalui konsolidasi dan restrukturisasi.

Baca Juga: PT TIMAH Tbk Ringankan Biaya Pengobatan Ravael, Pejuang Kanker Asal Mentok

Tujuannya jelas meningkatkan efisiensi, profitabilitas, dan daya saing global.

Transformasi portofolio bisnis atau streamlining ini ditujukan agar Telkom lebih fokus pada bisnis inti yang mendukung empat pilar transformasi Telkom 2030.

Melalui proses tersebut, Telkom berupaya menjadi organisasi yang lebih ramping dan efisien, sekaligus memastikan tidak ada tumpang tindih antara anak usaha dengan lini bisnis serupa.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Bellatrix, Sang Juara Pertamuda 2025 yang Terinspirasi dari Cahaya Bintang sebagai Naviagtor Alami

Restrukturisasi ini juga memastikan setiap anak perusahaan mampu memberikan kontribusi dan value creation optimal bagi TelkomGroup.

Rencana besar ini didasarkan pada hasil kajian subsidiary streamlining yang dikembangkan dengan framework independen dari konsultan bisnis profesional.

Framework tersebut mengevaluasi portofolio seluruh anak perusahaan Telkom untuk menentukan opsi terbaik bagi masing-masing entitas, baik melalui cut loss atau divestasi di bawah nilai invested capital, write off atas shareholder loan, maupun pembubaran anak usaha yang dinilai tidak lagi memberi nilai strategis bagi TelkomGroup.

Baca Juga: Taman Situ Lembang, Tempat Favorit Pecinta Udara Segar di Tengah Jakarta

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian penting dari strategi menuju two-tier strategic holding.

“Streamlining merupakan bagian penting dalam rangka mendukung Telkom dalam mewujudkan strategic holding dua tingkat (two-tier strategic holding) yang berfokus pada penciptaan nilai.

Halaman:

Tags

Terkini